comscore

Peran Distributor Dinilai Jadi Kunci Kelancaran Distribusi Pupuk Bersubsidi

Husen Miftahudin - 15 Desember 2021 22:37 WIB
Peran Distributor Dinilai Jadi Kunci Kelancaran Distribusi Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi. Foto: dok. Pupuk Indonesia
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai mempersiapkan penyaluran pupuk subsidi untuk 2022. Dalam hal ini, Pupuk Indonesia bersama distributor Wilayah Barat melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) pupuk subsidi untuk tahun anggaran 2022 di Solo, Jawa Tengah.

Penandatanganan SPJB pupuk subsidi ini dilakukan oleh anak perusahaan Pupuk Indonesia seperti PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan PT Pupuk Iskandar Muda yang disaksikan langsung oleh Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto dan Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal.

 



Dalam kegiatan ini, Nugroho mengimbau kepada seluruh distributor untuk terus melengkapi persyaratan administrasi sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Sebab, pemenuhan persyaratan akan berdampak baik dalam memenuhi kebutuhan pupuk subsidi para petani Tanah Air.

"Para distributor kami mengharapkan bisa melengkapi persyaratan administrasi sesuai peraturan yang berlaku, kepatuhan para distributor menjadi kunci bagaimana ke depan kami melakukan evaluasi," ujar Nugroho dalam siaran persnya, Rabu, 15 Desember 2021.

Distributor, tambah Nugroho, juga menjadi salah satu faktor kelancaran penyaluran pupuk subsidi kepada para petani nasional. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia perlu senantiasa mengingatkan tugas pendistribusian tidak mudah dan juga ada tanggung jawab yang harus diselesaikan distributor.

"Khususnya para distributor lama yang sudah biasa menyediakan persyaratan-persyaratan administrasi yang dipenuhi untuk menunjang kelancaraan penebusan pupuk subsidi dan penyalurannya kepada petani yang berhak," ungkapnya.

Dalam mengoptimalkan pendistribusian, Nugroho mengatakan bahwa Pupuk Indonesia telah menerapkan Distribution Planning and Control System (DPCS). Data pada sistem ini yang terintegrasi dan berbasiskan geospasial. Dengan sistem ini, perusahaan dapat setiap saat memonitor kegiatan distribusi dan memonitor stok pupuk di lapangan guna meminimalisiasi potensi kekurangan pupuk di daerah, serta meningkatkan akurasi perencanaan distribusi.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengimbau kepada para distributor pupuk subsidi Wilayah Barat untuk terus mendukung program kerja Pupuk Indonesia dalam menyalurkan dan memenuhi kebutuhan pupuk petani.

Tak hanya itu, Gusrizal mengatakan bahwa distributor menjadi kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi hingga tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme, dalam hal ini Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Kami berharap distributor mendukung program kerja Pupuk Indonesia dalam mendukung penyediaan pupuk di tingkat petani," harap dia.

Kegiatan penandatanganan SPJB pupuk subsidi Wilayah Barat ini diikuti oleh 714 distributor yang dibagi selama dua hari yaitu pada 14 dan 15 Desember 2021. Untuk wilayah Aceh ada sebanyak 46 distributor, Sumatra Utara 86 distributor, Sumatra Barat 46 distributor, Riau 31 distributor, Kepulauan Riau satu distributor, Jambi 20 distributor, Sumatra Selatan 53 distributor, Bengkulu 10 distributor.

Selanjutnya Bangka Belitung empat distributor, Lampung 64 distributor, DKI Jakarta satu distributor, Banten 16 distributor, Jawa Barat 125 distributor, Jawa Tengah 198 distributor, dan Yogyakarta 13 distributor.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id