comscore

Begini Strategi Kementerian ESDM Penuhi Kebutuhan Energi Nasional

Eko Nordiansyah - 26 Januari 2022 16:32 WIB
Begini Strategi Kementerian ESDM Penuhi Kebutuhan Energi Nasional
Ilustrasi salah satu bauran energi terbarukan - - Foto: dok AFP

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan tiga strategi besar untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan pencapaian bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan pemerintah ingin memenuhi target emisi pada 2030 sebagai target jangka menengah. Sedangkan untuk jangka panjang, target yang ditetapkan adalah mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat dengan dukungan internasional.
"Untuk memenuhi ketiga target tersebut, terdapat tiga kunci utama yang harus dilakukan oleh pemerintah, yaitu pengembangan energi baru terbarukan, phasing out pembangkit listrik tenaga uap, dan percepatan kendaraan listrik," kata dia dalam webinar Hipmi, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Ia menambahkan pemerintah akan mendorong pemanfaatan gas bumi untuk energi transisi sebelum dapat memenuhi kebutuhan listrik 100 persen dari EBT. Pasalnya, saat ini ketergantungan bahan bakar minyak untuk bahan bakar transportasi, bahan baku industri, serta kebutuhan untuk rumah tangga masih tinggi.
 
"Untuk menjaga ketahanan energi saat ini di sektor hulu migas, masih terdapat cadangan terbukti yang belum dilakukan eksplorasi sama sekali. Ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri untuk dapat mengambil cadangan migas dari perut bumi ke permukaan secara optimal dan efisien," ungkap dia.
 
Khusus untuk batu bara, ia menyebut, pemerintah akan mendorong penggunaannya sebagai bahan pembangkit listrik tenaga uap. Oleh karena itu, hilirisasi batu bara akan dimaksimalkan mengingat sektor ini juga memiliki dampak lingkungan serta tingginya emisi karbon yang dihasilkan.
 
Namun begitu, Ego mengungkapkan perlunya dukungan dari berbagai pihak guna mencapai target besar tersebut. Kementerian ESDM juga membuka diri untuk kolaborasi dengan semua stakeholder agar pemenuhan kebutuhan energi bersih tadi tidak menyebabkan terganggunya perekonomian.
 
"Upaya pencapaian tiga target besar tersebut tidak akan berhasil apabila tidak adanya dukungan dari seluruh pihak dalam ekosistem pemerintah, akademisi, badan usaha, dan masyarakat. Untuk itu, Kementerian ESDM senantiasa mendorong terjadinya sinergitas dan kolaborasi di antara semua pihak," pungkasnya.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id