comscore

Pemerintah Indonesia Gencar Tarik Investor dalam World Economic Forum 2022

Husen Miftahudin - 24 Mei 2022 17:17 WIB
Pemerintah Indonesia Gencar Tarik Investor dalam World Economic Forum 2022
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Biro Humas Kemenperin.
Jakarta: Pertemuan tahunan World Economic Forum dimanfaatkan Pemerintah Indonesia untuk melakukan diskusi dengan para perwakilan ekonomi dunia dan investor-investor potensial. Sejumlah isu dipaparkan dalam forum tersebut, antara lain terkait upaya penumbuhan ekonomi Indonesia, green energy, pengendalian pandemi covid-19, dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

"Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus meningkatkan Manufacturing Value Added (MVA) untuk basis produksi manufakturnya," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan paviliun Indonesia pada World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 24 Mei 2022.
Menurut Agus, kebijakan tersebut juga berdampak positif bagi investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. "Pemerintah senantiasa memberikan dukungan bagi para investor agar setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus win-win," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan peluang investasi baru dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang besar untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan fokus pembahasan di WEF mengenai isu Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sesuai dengan misi dalam presidensi G20 pada 2022.

Dalam gelaran WEF 2022, Agus terus melakukan pertemuan dengan berbagai perusahaan otomotif agar untuk menaruh investasi industri Electric Vehicle (EV) di Indonesia.

"Pemerintah sangat yakin bahwa investasi mobil listrik di Indonesia akan sangat baik. Tidak hanya bicara mengenai bahan baku atau raw material, soal nikel dan turunannya tapi juga potensi market-nya. Sehingga Pemerintah RI akan terus membantu dan memastikan agar investasi di sektor ini dapat berhasil," tutur dia.

Dorong investasi industri cip

Dalam agenda lain, Agus hadir dalam pertemuan dengan perusahaan semikonduktor, software, dan penyedia teknologi wireless asal Amerika Serikat, Qualcomm. Kepada Chief Executive Officer Qualcomm Cristiano Amon, Agus menyampaikan peluang investasi untuk mendukung akselerasi digitalisasi di industri otomotif, yang memungkinkan keterlibatan industri kecil dalam rantai industri tersebut.

Selain itu, di masa pandemi, terjadi peningkatan penetrasi internet di Indonesia yang sangat massif sehingga membuat potensi pengembangan produk-produk penunjang konektivitas menjadi sangat mutlak. "Karena itu, kami mengajak Qualcomm agar turut serta berperan aktif dalam proses ini," ucap dia.

Ia menyampaikan, saat ini Kemenperin sedang membangun ekosistem atau produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti laptop dan tablet. Dalam upaya tersebut, dibutuhkan perusahaan yang mampu memasok chip yang merupakan salah satu komponen dalam produk. Oleh sebab itu, Agus mengajak agar Qualcomm sebagai salah satu leader dalam produksi chip untuk mengambil bagian dalam upaya ini.

"Kelangkaan chip belakangan ini menunjukkan bahwa dunia semakin mengalami percepatan menjadi semakin terdigitalisasi. Karena itu, dalam membangun dunia digital yang lebih maju, diperlukan dukungan investasi," papar Agus.

Agus menambahkan, selain itu Kemenperin juga sedang membangun Indonesia Manufacturing Center yang akan menjadi pusat pengembangan teknologi manufaktur terbaru untuk Indonesia. "Lewat pertemuan tersebut, kami mengharapkan Qualcomm dapat memberikan asistensi dalam pengembangan Indonesia Manufacturing Center," pungkasnya.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id