comscore

Kemenperin Cetak Wirausaha Industri Bertalenta Digital

Husen Miftahudin - 15 Maret 2022 17:01 WIB
Kemenperin Cetak Wirausaha Industri Bertalenta Digital
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru guna memacu roda perekonomian nasional dengan memperluas ekosistem wirausaha industri, termasuk di lingkungan pendidikan.

Terkait hal tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan berupa program pengembangan wirausaha industri yang disebut Penguatan Industri melalui Optimalisasi Teknologi (Pinoti) kepada Universitas Hasanuddin, Makassar.
Pinoti merupakan program yang diinisiasi Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin.

"Program Pinoti memberikan memberikan fasilitasi penguatan industri khususnya para wirausaha baru sektor industri melalui penyediaan co-working space, optimalisasi pemanfaatan teknologi, capacity building seperti pelatihan teknis dan manajemen, tes pasar, pameran, serta sertifikasi dan pendaftaran kekayaan intelektual," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Maret 2022.

Lebih lanjut, program Pinoti juga mendorong pengembangan jejaring yang luas, meliputi pasar, pelaku bisnis, asosiasi industri, perbankan, lembaga penyedia teknologi, perguruan tinggi dan investor. Tujuannya guna menumbuhkan industri berbasis teknologi yang mandiri dan berdaya saing global.

"Bantuan ini diharapkan melahirkan wirausaha industri yang memiliki talenta digital untuk siap berkontribusi dan bersaing di era transformasi digital atau industri 4.0. Apalagi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar," papar Agus.

Perkembangan ekonomi digital di Indonesia


Menurutnya, perkembangan ekonomi digital di Indonesia tidak terlepas dari terus tumbuhnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Pengguna internet di Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan diprediksi mencapai 124 juta pengguna pada 2025.

"Potensi nilai ekonomi internet ini berasal dari e-commerce, ride-hailing, online travel dan media online yang diproyeksi akan mencapai USD134 miliar pada 2025," bebernya.

Sementara itu, McKinsey telah menghitung potensi penggunaan teknologi digital di Indonesia hingga 2025 sebesar USD120 miliar, dengan sektor manufaktur menyumbang USD34,4 miliar, terbesar di antara sektor lainnya, seperti ritel, transportasi, pertambangan, agro, telekomunikasi dan media, kesehatan, sektor publik dan utilitas, serta keuangan.

"Seiring hadirnya era transformasi digital, pemerintah juga terus mengakselerasi ekonomi digital Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan keterampilan digital pada Generasi Milenial. Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta orang dan sebagian besarnya merupakan generasi milenial," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Hingga 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak sembilan juta orang. Selama masa pandemi ini ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan dalam hal digitalisasi, yaitu di bidang pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

"Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Industri 4.0. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan berkontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB Indonesia di 2030 atau setara dengan 16 persen dari PDB," tutup Airlangga.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id