Optimasi Lahan Rawa Tingkatkan Indeks Pertanaman Petani Riau

    M Studio - 08 Juni 2021 17:11 WIB
    Optimasi Lahan Rawa Tingkatkan Indeks Pertanaman Petani Riau
    Optimasi laham rawa dilaksanakan di lokasi Kelompok Tani Bina Usaha di Desa Kuala Mulya, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau (Foto:Dok.Kementan)



    Indragiri Hulu: Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggulirkan program optimasi lahan rawa. Kali ini, optimasi laham rawa dilaksanakan di lokasi Kelompok Tani Bina Usaha di Desa Kuala Mulya, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. 

    Optimasi lahan rawa itu ditargetkan di atas lahan seluas 101 hektare dan telah rampung dilaksanakan.

     



    Adapun salah satu tujuan program optimasi lahan rawa adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian sesuai target.

    "Indonesia memiliki potensi lahan rawa sebesar 33,4 juta hektare. Tetapi memang dalam pengelolaannya terdapat beberapa faktor pembatas," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, melalui siaran pers, Selasa, 8 Juni 2021. 

    Mentan Syahrul menyebutkan optimasi lahan rawa bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) petani. Berbagai hal yang menjadi kendala diatasi agar optimasi lahan rawa berdampak posisif terhadap peningkatan IP dan produktivitas petani.

    "Dalam optimasi lahan rawa ini kita harus memerhatikan tingkat kesuburan lahan yang rendah dan beberapa faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan IP dan produktivitas," ucap Mentan Syahrul.

    Faktor lain yang juga harus mendapatkan perhatian adalah kemasaman tanah yang tinggi dan rezim air yang fluktuatif sehingga genangan air biasanya tinggi pada saat banjir atau pasang, serta dangkal dan kekeringan saat musim kemarau. 

    "Selain itu infrastruktur lahan dan air masih sangat terbatas dan belum berfungsi optimal. Biaya usaha tani di lahan rawa juga tinggi," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil. 

    Ali Jamil menyebutkan optimasi lahan rawa merupakan upaya meningkatkan produktivitas atau meningkatkan IP melalui kegiatan penataan sistem air dan lahan. 

    "Melalui program optimasi lahan rawa ini kami memperbaiki secara keseluruhan yang menjadi faktor penghambat produktivitas dan peningkatan IP agar petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," ucap Ali Jamil.

    Selain itu, optimasi lahan rawa juga merupakan jawaban untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia terus terjaga pada masa depan karena terus meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

    Sementara itu, Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Erwin Noorwibowo menjelaskan kegiatan optimasi lahan rawa di Indragiri Hulu, Riau, berupa pembangunan atau rehabilitasi irigasi rawa di tingkat usaha tani. 

    "Optimasi lahan juga dilakukan dengan cara penguatan tanggul, drainase, dan infrastruktur irigasi rawa lainnya," tutur Erwin.

    Selain itu, optimasi lahan rawa juga dilakukan dengan pembuatan atau rehabilitasi dan penataan infrastruktur lahan sesuai tipologi. 

    "Di lokasi ini telah dilakukan rehabilitasi saluran irigasi rawa dan pembangunan pintu air untuk tata kelola air di lahan rawa," ucap Erwin.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id