Caturwulan I, Ekspor Kelautan dan Perikanan Capai Rp253,75 Miliar

    Suci Sedya Utami - 04 Juni 2021 12:07 WIB
    Caturwulan I, Ekspor Kelautan dan Perikanan Capai Rp253,75 Miliar
    Ilustrasi Gedung KKP. Foto: dok KKP.



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan kinerja ekspor sektor kelautan dan perikanan hingga April 2021 mencatatkan hasil positif yakni mencapai Rp253,75 miliar atau meningkat 4,15 persen.

    "Total nilai ekspor selama caturwulan I tahun ini sebesar USD1,75 miliar," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti dalam keterangan resmi, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Bahkan, pada April 2021 nilai ekspor produk kelautan dan perikanan menyentuh angka USD488,61 juta atau lebih tinggi 11,6 persen dibanding April 2020. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan kenaikan ekspor sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya atau total USD6,05 miliar di tahun ini.

    "Sektor kelautan dan perikanan adalah harapan menjadi pengungkit perekonomian di masa pandemi covid-19," tutur Artati.

    Artati menegaskan, peningkatan nilai ekspor dan surplus neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan ini menjadi momentum untuk pencapaian target ekspor produk kelautan dan perikanan 2021. Dia pun optimistis target tersebut bisa tercapai mengingat permintaan seafood di pasar global yang kian meningkat.

    "Pandemi covid-19 selain menjadi tantangan juga memberikan kita peluang mengingat kenaikan permintaan seafood di pasar global di situasi seperti ini," ujar dia.

    Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Machmud memaparkan Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan utama ekspor produk kelautan dan perikanan dari Indonesia. Hal ini terlihat dari kontribusi sebesar USD772,59 juta atau 44,23 persen terhadap total nilai ekspor caturwulan I-2021.

    Disusul Tiongkok dengan USD246,69 juta atau 14,12 persen dari total nilai ekspor dan Jepang sebesar USD190,70 juta atau 10,92 persen.

    "Selanjutnya negara-negara ASEAN sebesar USD189,89 juta (10,87 persen), Uni Eropa USD83,64 juta (4,79 persen), dan Australia sebesar USD38,29 juta (2,19 persen)," papar Machmud.

    Adapun dari sisi komoditas, udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan disusul tuna-cakalang-tongkol (TCT), cumi-sotong-gurita (CSG), rajungan-kepiting dan rumput laut. Machmud menambahkan, selama periode Januari-April 2021, nilai ekspor udang mencapai USD725,98 juta atau 41,56 persen terhadap total nilai ekspor, kemudian TCT sebesar USD228,55 juta (13,08 persen).

    "CSG sebesar USD178,87 juta (10,24 persen), rajungan-kepiting sebesar USD150,86 juta (8,64 persen) dan rumput laut sebesar USD93,02 juta (5,33 persen)," jelas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id