Sah! Lapangan Merakes Senilai USD1,3 Miliar Resmi Beroperasi

    Suci Sedya Utami - 08 Juni 2021 13:58 WIB
    Sah! Lapangan Merakes Senilai USD1,3 Miliar Resmi Beroperasi
    Ilustrasi. Foto: AFP



    Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan proyek pengembangan Lapangan Merakes di Wilayah Kerja East Sepinggan yang dibangun dengan investasi senilai USD1,3 Miliar.

    Proyek mulai onstream pada April 2021 dan akan mengalirkan produksi gas sebesar 368 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada saat puncak produksi.

     



    Inagurasi peresmian proyek dilaksanakan di floating production unit (FPU) Jangkrik Kalimantan Timur, Selasa, 8 Juni 2021 dengan mengikuti protokol pencegahan covid-19. Turut hadir pada acara tersebut adalah Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji.

    Proyek pengembangan Merakes dilaksanakan oleh KKKS Eni East Sepinggan, merupakan proyek pengembangan lapangan gas laut dalam di lepas pantai Kutai Basin dengan kedalaman air kurang lebih 1.500 meter. Proyek ini akan memegang rekor tie-back bawah laut terpanjang dari fasilitas induknya lebih dari 40 km.

    "Pengembangan Lapangan Merakes ini mendukung peningkatan produksi, sehingga dapat mendukung pemenuhan gas dalam negeri," kata Arifin.

    Produksi Lapangan Merakes akan berkontribusi terhadap perpanjangan umur operasi Kilang LNG Bontang. Gas dari Lapangan Merakes dan Jangkrik juga disalurkan melalui pipa gas untuk kebutuhan dalam negeri sebesar 117 MMSCFD pada 2022-2025.
     
    Arifin mengatakan gas bumi merupakan salah satu sumber energi yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan ketahanan energi di Tanah Air. Saat ini, porsi gas bumi dalam bauran energi nasional sekitar 19 persen dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang ditargetkan meningkat menjadi 22 persen pada 2025.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sempat mengakibatkan pembangunan proyek Merakes terhenti, sehingga mengalami kemunduran. Namun apresiasi tinggi diberikan kepada ENI yang telah dapat mengawal 8,6 juta jam kerja tanpa adanya fatality.

    "Kami sebagai insan hulu migas layak berbangga, karena yang telah kita lalui itu bukanlah pekerjaan mudah," kata Dwi.

    Dampak pandemi covid-19, lanjut Dwi, ternyata lebih dalam dari perkiraan awal. Namun, membaiknya harga minyak dunia yang lebih cepat dari perkiraan, bahkan pada minggu ini sempat berada di kisaran USD70 per barel, diharapkan menjadi angin segar bagi keberlangsungan upaya meningkatkan investasi hulu migas.

    "Tentu saja, tantangan akan selalu ada, oleh karena itu mari bergandeng tangan agar dapat melalui masa sulit ini bersama-sama demi tercapainya visi bersama Indonesia di 2030, yaitu produksi minyak satu juta barel dan gas 12 BSCFD,” jelas Dwi.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id