Strategi Trenggono Tingkatkan Nilai Tukar Nelayan

    Suci Sedya Utami - 11 Juni 2021 13:49 WIB
    Strategi Trenggono Tingkatkan Nilai Tukar Nelayan
    Ilustrasi nelayan tengah menjaring ikan - - Foto: dok Antara



    Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono akan melakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan nilai tukar nelayan (NTN) sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

    "KKP yang saya pimpin sekarang adalah instansi yang bertanggung jawab atas kesejahteraan para nelayan di Indonesia. NTN kita masih rendah, saat ini rata-rata NTN masih pada angka 103. Sehingga kami akan melakukan langkah-langkah strategis untuk mengejar peningkatan NTN," kata Trenggono dalam keterangan resmi, Jumat, 11 Juni 2021.

     



    Langkah strategis tersebut di antaranya adalah bekerja sama lintas sektor dalam berbagai aspek, baik untuk melakukan perbaruan kebijakan harga ikan, hingga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk melakukan pembangunan pelabuhan-pelabuhan perikanan.


    Selain itu, Trenggono beserta jajarannya juga mencoba menelusuri di lapangan serta pengumpulan data mengapa NTN selama ini rendah. Nilai produksi ikan di Indonesia pada 2020 sebesar Rp224 triliun dengan jumlah nelayan 2.387.591 orang, sehingga seharusnya NTN di Indonesia bisa lebih tinggi.

    Namun pada kenyataannya nilai rata-rata NTN pada 2020 hanya menyentuh angka 100,22 dan nilai rata-rata NTN Indonesia pada saat ini 103,4. Rendahnya nilai NTN tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

    Selain dikarenakan situasi pandemi covid-19 yang menyebabkan usaha perikanan sempat mengalami kelesuan pada masa awal pandemi Maret hingga April 2020. Kemudian besarnya spending operasional dan juga tidak adanya tolok ukur kesejahteraan nelayan yang jelas.

    "Kesejahteraan nelayan harus diteliti secara detail tolok ukur kesejahteraanya. Perlu diukur dengan benar. Rumusnya kan ini pengeluaran. Belum tentu tolok ukur kesejahteraan di pesisir yang satu sama dengan kesejahteraan di pesisir yang lain. Hal inilah yang perlu segera kita benahi juga," tutur dia.

    Di sisi lain, Trenggono juga mendorong peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap, pengembangan perikanan budi daya, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budi daya berbasis kearifan lokal. Dia berharap melalui kerja sama lintas sektor dan diskusi dengan Bappenas, maka target-target tersebut dapat tercapai dengan cepat.

    "Mohon dukungannya Menteri Bappenas, serta dari kementerian yang lain untuk berkolaborasi. Saya berharap dengan adanya kerja sama antar Lembaga dan Kementerian ini dapat menyukseskan dan mempercepat target untuk menyejahterakan masyarakat khususnya nelayan," harap Trenggono.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id