Ini Dia Ragam Stimulus untuk Dongkrak Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Eko Nordiansyah - 27 September 2021 12:55 WIB
    Ini Dia Ragam Stimulus untuk Dongkrak Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Kemenko Kemaritiman dan Investasi



    Jakarta: Pemerintah memberikan berbagai stimulus untuk mendorong sektor pariwisata kembali bangkit dari tekanan akibat pandemi covid-19. Sejumlah stimulus yang diberikan di antaranya masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan pagu anggaran mencapai Rp744,77 triliun.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan program PEN kepada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diberikan melalui berbagai program seperti Bangga Buatan Indonesia, Bangga Berwisata di Indonesia, sertifikat CHSE di sektor perhotelan dan pariwisata, hingga dukungan kegiatan perfilman di Indonesia.

     



    "Di tahun ini juga pemerintah mengalokasikan Rp7,67 triliun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional, ekowisata, dan pelatihan SDM pariwisata," kata dia, dalam webinar, Senin, 27 September 2021.

    Pemerintah juga meluncurkan program bantuan insentif pemerintah yang merupakan program tahunan sejak 2017 kepada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tahun ini alokasi anggaran bantuan insentif pemerintah ini mencapai Rp60 miliar atau naik tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu untuk tujuh subsektor ekonomi kreatif.

    "Dalam rangka menekan dampak covid dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya di sektor pariwisata, pemerintah juga telah memberikan hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang menjadi bagian dari program PEN. Karena hibah tersebut untuk membantu pemda, industri hotel dan restoran yang saat ini mengalami kontraksi atau penurunan PAD serta gangguan finansial akibat covid," ungkapnya.

    Tahun ini, alokasi hibah pariwisata juga ditingkatkan menjadi Rp3,7 triliun. Tak hanya sektor hotel dan restoran saja yang mendapatkan dana hibah pariwisata ini, namun pemerintah juga menggunakannya untuk membantu biro perjalanan wisata, pengelola destinasi dan taman rekreasi sebagai program perlindungan sosial (perlinsos).

    Selain itu, pemerintah telah merilis program Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), Environment (Ramah Lingkungan) atau CHSE sebagai bagian dari program I Do Care yang mengedepankan aspek protokol kesehatan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali beroperasi.

    "Dengan program-program tersebut, industri pariwisata diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan sehingga bisa dapat kepercayaan baik domestik maupun mancanegara. Saya berharap industri di tanah air bisa bangkit dari dampak pandemi covid-19," pungkas dia.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id