comscore

Bansos dan Insentif Pemerintah saat PPKM Ibarat Sabuk Pengaman

Al Abrar - 28 Juli 2021 18:01 WIB
Bansos dan Insentif Pemerintah saat PPKM Ibarat Sabuk Pengaman
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahilah Khawatir D
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan sejumlah kebijakan pemerintah terkait PPKM. Kebijakan tersebut adanya beberapa pelonggaran, bantuan sosial, dan insentif untuk dunia usaha.

Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer Effendi menilai, insentif dan bantuan sosial pemerintah kepada dunia usaha dan masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat, sebagai bentuk 'sabuk pengaman'.
Tadjuddin menerangkan kebijakan PPKM, praktis membatasi mobilitas masyarakat. Karenanya, insentif-insentif dari pemerintah adalah bentuk tanggung jawab bagi mereka yang terdampak.

"Setidaknya dia seperti sabuk pengaman. Sebagai upaya agar selama PPKM, masyarakat tidak menderita atau kelaparan. Untuk mengurangi beban mereka," ujar Tadjuddin saat dihubungi Rabu, 28 Juli 2021.

Tadjuddin mengatakan insentif yang diberikan pemerintah terhadap tenaga kerja merupakan bentuk bantuan dan bentuk tanggung jawab terhadap para pekerja.

"Salah satu bentuk tanggung jawab dan kehadiran negara. Kalau orang terdampak PPKM, kehilangan penghasilan, tidak bisa mencari nafkah. Jadi sebagai sabuk pengaman," ucapnya.

Baca: Airlangga Jamin Keamanan 21,2 Juta Vaksin Sinovac yang Baru Tiba di RI

Menurut Tadjuddin, kebijakan PPKM tepat diterapkan di Indonesia. Dibandingkan dengan lockdown, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas ke luar sama sekali.

"PPKM untuk Indonesia pilihan paling tepat. Orang dibatasi, tapi masih bisa bergerak untuk mencari makan, meski kondisinya minim. Kalau lockdown tidak boleh buka sama sekali. Lockdown malah berbahaya, orang frustasi muncul gejala sosial. Di Australia saja ngamuk orang lockdown," ujarnya.

Sebelumnya, setelah Presiden mengumumkan melanjutkan PPKM level empat dengan beberapa pelonggaran. Airlangga menyampaikan sejumlah bantuan sosial yang diterima oleh masyarakat selama PPKM level empat.

Antara lain, tambahan manfaat Kartu Sembako sebesar Rp200 ribu  selama dua bulan untuk 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kartu Sembako PPKM untuk 5,9 juta KPM usulan daerah sebesar Rp200 ribu per bulan selama enam bulan. 

Perpanjangan Bantuan Sosial Tunai (BST) selama dua bulan (Mei-Juni) disalurkan di Juli, sebesar Rp6,14 triliun untuk 10 juta KPM. Melanjutkan subsidi kuota internet selama lima bulan (Agustus-Desember) sebesar Rp5,54 triliun untuk 38,1 juta penerima.

Melanjutkan diskon listrik selama tiga bulan (Oktober-Desember) sebesar Rp1,91 triliun untuk 32,6 juta pelanggan. Melanjutkan bantuan rekening minimum biaya beban/abonemen selama tiga bulan (Oktober-Desember) sebesar Rp0,42 triliun untuk 1,14 juta pelanggan.

Tambahan Rp10 triliun untuk Kartu Prakerja dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan rincian BSU sebesar Rp8,8 triliun dan tambahan Kartu Prakerja sebesar Rp1,2 triliun.

Bantuan Beras sebanyak 10 kilogram (kg) untuk 28,8 juta KPM, tahap satu akan disalurkan ke 20 juta KPM dan tahap dua disalurkan 8,8 juta KPM.

Penambahan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp3,6 triliun untuk tiga juta peserta baru masing-masing sebesar Rp1,2 juta.

Pemberian bantuan untuk PKL dan warung sebesar Rp1,2 triliun untuk satu juta penerima masing-masing Rp1,2 juta.

Selain itu, ada juga insentif fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sewa toko atau outlet di pusat perbelanjaan atau mal yang akan Ditanggung Pemerintah (DTP), untuk masa pajak Juni-Agustus 2021. Serta pemberian insentif fiskal untuk beberapa sektor lain yang terdampak.

(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id