Akselerasi Inklusi Keuangan di Pondok Pesantren Dukung Pertumbuhan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 28 November 2021 15:20 WIB
    Akselerasi Inklusi Keuangan di Pondok Pesantren Dukung Pertumbuhan Ekonomi
    Pesantren. Foto : MI/Abdul Syukur.



    Jakarta: Pemerintah menilai potensi ekonomi dalam ekosistem pondok pesantren dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inklusi keuangan. Apalagi jumlah pondok pesantren di Indonesia pada 2020 sebanyak 28.194 dengan 44,2 persen diantaranya memiliki sumber daya ekonomi.

    Untuk itu, pemerintah melakukan sinergi dan kolaborasi program mendukung inklusi keuangan bagi pondok pesantren. Program ini ditujukan untuk mendukung pemberdayaan Pondok Pesantren agar bisa mandiri sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

     



    Program ini merupakan awal dalam rangka mengakselerasi inklusi keuangan dengan memfungsikan pondok pesantren selain sebagai lembaga dakwah, tetapi juga bisa memberdayakan ekonomi para santri, para kyai dan masyarakat di sekitar pondok pesantren.
     
    "Diharapkan ini bisa meningkatkan kesejahteraan para santri, para kyai, dan masyarakat di sekitar pondok pensantren," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir dalam keterangan resminya, Minggu, 28 November 2021.

    Inklusi keuangan di Indonesia pada masa pandemi terus mengalami peningkatan. Pada 2020, kepemilikan akun sebanyak 61,7 persen dan penggunaan akun sebesar 81,4 persen. Hal ini sejalan dengan penggunaan uang elektronik yang meningkat hampir 2,5 kali lipat menjadi 11,7 persen pada 2020 dibandingkan 2018.

    "Inklusi keuangan itu berarti semua masyarakat harus tersentuh dengan pelayanan keuangan. Masyarakat kelompok atas dan kelompok bawah tidak dibedakan dalam pelayanan keuangan, semua sama. Dengan ini, diharapkan semua pondok pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional," ungkapnya.

    Mengingat pandemi covid-19 belum berakhir, Iskandar menegaskan, sektor ekonomi dan kesehatan adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah terus menangani pandemi ini dari hulu hingga ke hilir.

    "Pada kesempatan ini, atas nama Bapak Menko Perekonomian, menghimbau agar kita semua tetap menerapkan 3M dan protokol kesehatan yang ketat. Karena aspek kesehatan ini juga penting sekali," pungkas Iskandar.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id