Lapor ke DPR, Bio Farma Berhasil Produksi 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19

    Annisa ayu artanti - 20 Januari 2021 16:42 WIB
    Lapor ke DPR, Bio Farma Berhasil Produksi 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: PT Bio Farma (Persero) melaporkan telah berhasil memproduksi vaksin covid-19 sebanyak tiga juta dosis. Vaksin tersebut sebelumnya merupakan bagian dari 15 juta vaksin yang diimpor dari Tiongkok dalam bentuk bahan baku atau bulk.

    "Sampai hari ini saya dapat laporan terakhir sudah ada tiga juta dosis yang sudah selesai diproduksi," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyri dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI, Rabu, 20 Januari 2021.




    Honesti menjelaskan total bahan baku vaksin yang akan dikirimkan Sinoavac, perusahaan produsen vaksin asal negeri Tirai Bambu tersebut sebanyak 140 juta dosis. Lalu, pada 12 Januari 2021 pengiriman pertama telah datang sebanyak 15 juta dosis. Bio farma pun langsung melakukan produksi terhadap bahan baku vaksin tersebut.

    "Proses produksi sudah dilakukan 14 Januari, jadi dalam tiga minggu ada tiga batch proses produksi kita dan satu batch itu kira-kira satu juta dosis," jelasnya.

    Atas produksi vaksin tersebut, Honesti menuturkan pihaknya tengah melakukan pemantauan kualitas (quality control) dan segera mengirimkannya kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    "Kita lagi proses quality control untuk nanti kita kirimkan ke BPOM untuk mendapat floor released, baru nanti kita distribusikan kalau sudah dapat released dari BPOM," tuturnya.

    Sementara terkait uji klinis vaksin covid-19 yang dilakukan di Bandung, Honesti juga melaporkan kepada Komisi VI-DPR bahwa 1.620 relawan sudah melakukan suntik vaksin sebanyak dua dosis. Saat ini Bio Farma terus melanjutkan monitoring terhadap uji klinis tersebut.

    "Kita masih melanjutkan i karena total waktu yg dituhkan untuk uji klinis enam bulan, tapi dengan kebijakan pandemi dari WHO dan BPOM untuk mengeluarkau Emergency Use Authorization (EUA), interim report tiga bulanan bisa dijadikan dasar untuk mendapat EUA dari BPOM, dan alhamdulillah kita sudah mendapatkan," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id