Bappenas Ungkap 3 Hal Ini Percepat Pembangunan di Bali

    Angga Bratadharma - 12 Mei 2021 08:43 WIB
    Bappenas Ungkap 3 Hal Ini Percepat Pembangunan di Bali
    Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas



    Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mempercepat pembangunan di Bali. Pembangunan tersebut diharapkan bisa berdampak positif terhadap ekonomi di daerah setempat dan imbasnya terhadap perekonomian secara nasional.

    Mengutip keterangan tertulisnya, Rabu, 12 Mei 2021, beberapa hal yang dimaksudkan yakni pertama mengenai pengelolaan sampah di Provinsi Bali. Pengelolaan sampah di Provinsi Bali, menurut data Susenas MKP BPS 2016 menyebutkan, sebanyak 54,94 persen sampah dalam penanganan, 1,77 persen dalam pengurangan, dan 43,29 persen sampah tak terkelola dengan baik.

     



    Ia mengatakan pengelolaan sampah diperlukan untuk memberikan nilai lebih dalam upaya meningkatkan kelas pariwisata Indonesia, nantinya quality tourism lebih mendominasi pariwisata nasional dibanding dengan mass tourism.

    "Pengelolaan sampah tidak boleh membebani keuangan negara baik pusat maupun daerah secara terus menerus dan harus dapat secara tuntas dilakukan pada sisi hulu dan dapat diselesaikan secara setempat," tuturnya.

    Kedua adalah penerapan kendaraan listrik di Pulau Bali. Pemerintah akan mendorong sistem kendaraan listrik dengan pengisian listrik di charging station untuk mobil dan penukaran baterai untuk motor.

    Adapun kondisi penyediaan infrastruktur pengisian listrik, secara total telah dibangun 101 Unit Charging Station di 73 Lokasi. PT PLN telah membangun 21 SPKLU di 12 lokasi di Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Surabaya, Lampung, dan Bali. Sedangkan PT Pertamina telah membangun dua unit SPKLU di SPBU Kuningan.

    Untuk motor, pemerintah mengatur skema usaha SPBKLU melalui Permen Nomor 13 Tahun 2020. Pertama BPCO atau battery provider, cabinet owner adalah Badan Usaha SPBKLU memiliki baterai untuk disewakan  kepada pemilik KBL berbasis baterai dan memiliki battery swapping cabinet.

    Kedua, BPCL atau battery provider, cabinet lease. Badan Usaha SPBKLU memiliki baterai untuk disewakan kepada pemilik KBL berbasis baterai dan menyewa battery swapping cabinet dari mitra.

    Ketiga tentang pertanian organik, yaitu memanfaatkan produk dari pengolahan sampah, di mana sampah ini akan menghasilkan pupuk organik.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id