Pertamina-PLN Dirikan Pusat Riset Energi

    Suci Sedya Utami - 13 November 2020 21:02 WIB
    Pertamina-PLN Dirikan Pusat Riset Energi
    Kesepakatan pendirian IEEI yang dituangkan dalam MoU - - Foto: dok Pertamina
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) sepakat membangun pusat riset energi. Kedua BUMN ini mendirikan Indonesia Energy and Electricity Institute (IEEI).

    Kesepakatan pendirian IEEI dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini serta disaksikan Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Jumat, 3 November 2020.

    Budi mengatakan pembentukan IEEI merupakan bentuk sinergi BUMN dalam hal joint research yang pertama di Indonesia, terutama di sektor energi dan ketenagalistrikan.

    "IEEI diharapkan dapat menjadi national thought leader dan regional thought leader yang dapat menjadi basis dan rujukan riset-riset di sektor energi dan ketenagalistrikan dalam hal technical research, policy research serta menjadi Global Platform Energy,” ujar Budi.

    Menurut Budi, energi memberikan dampak yang sangat besar dalam peradaban manusia. Sehingga transisi energi juga akan memberikan dampak yang masif pada peradaban manusia.

    “Dalam transisi ini tentunya ada negara atau perusahaan yang survive dan kalah, harapan saya Pertamina dan PLN menjadi perusahaan yang survive dalam transisi energi ini,” tutur Budi.

    Budi berharap, Pertamina dan PLN dapat melaksanakan studi bersama serta mempertajam organisasi yang dibentuk dengan memperhatikan isu-isu terkini di transisi energi dan transformasi serta digitalisasi energi.

    Hal senada disampaikan Nicke, bahwa IEEI dapat memberikan lebih banyak pemikiran untuk transisi energi ke depan. Apalagi pandemi covid-19 telah mengakselerasi transisi energi global sedemikian cepatnya.


    Karena itu, Pertamina dan PLN sebagai garda terdepan dalam energi harus bergerak bersama untuk menjawab tantangan ini demi mencapai availability, accessibility, affordability, acceptability, dan sustainability untuk memenuhi kedaulatan energi nasional.

    “IEEI juga diharapkan bisa menjawab tantangan di Indonesia sendiri terkait kondisi energi yang memerlukan kerja sama dan pemikiran menyeluruh dari semua pihak, maka diperlukan suatu organisasi yang dapat menyumbangkan pemikirannya untuk menjawab semua tantangan tersebut,” terang Nicke.

    Zulkifli menambahkan pembentukan IEEI merupakan terobosan strategis bagi PLN dan Pertamina. Nantinya, IEEI dapat berkontribusi bagi pengembangan sektor kelistrikan dan energi di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah dalam menjaga ketahanan energi.
     
    “IEEI diharapkan dapat menjadi lembaga think tank yang menghasilkan report dan penelitian yang dapat memberikan kontribusi luas bagi pengembangan sektor listrik dan energi di Indonesia,” tutur Zulkifli.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id