Mentan Bakal Melipatgandakan Produksi Kedelai Dalam Negeri

    Suci Sedya Utami - 04 Januari 2021 14:58 WIB
    Mentan Bakal Melipatgandakan Produksi Kedelai Dalam Negeri
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto: MI/Permana
    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bakal segera meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Produksi kedelai dalam negeri akan dipacu untuk pemenuhan kedelai domestik agar dapat dipenuhi secara mandiri.

    Kebutuhan kedelai setiap tahunya makin bertambah, sementara itu pemerintah terus berupaya menekan impor kedelai yang hingga saat ini masih tinggi.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan selama ini petani lebih memilih menanam komoditas lain yang lebih pasti dijual di pasar. Hal ini yang menyebabkan pengembangan kedelai oleh petani sulit dilakukan selama ini.

    "Tapi kami terus mendorong petani untuk melakukan budi daya. Program aksi nyatanya kami susun dan yang terpenting hingga implementasinya di lapangan," kata Syahrul dalam keterangan resmi, Senin, 4 Januari 2021.

    Dirinya mengatakan kenaikan harga kedelai di Tanah Air yang terjadi saat ini disebabkan oleh faktor global khususnya dari Amerika Serikat. Ia bilang pengaruh tersebut bukan hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga Argentina.

    Untuk memecahkan permasalahan tersebut, kata dia, pihaknya fokus melipatgandakan produksi atau ketersediaan kedelai dalam negeri. Produksi kedelai dalam negeri harus bisa bersaing baik kualitas maupun harganya melalui perluasan areal tanam dan mensinergikan para integrator, unit-unit kerja Kementan dan pemerintah daerah.

    "Tentu dengan langkah cepat dari Kementan bersama berbagai integrator dan pengembang kedelai yang ada kita lipatgandakan dengan kekuatan. Kita bergerak cepat, sehingga produksi kedelai dalam negeri meningkat," imbuh dia.

    Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan Suwandi menambahkan faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga kedelai impor yakni ongkos angkut yang juga mengalami kenaikan. Waktu transport impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama tiga minggu menjadi lebih lama yaitu enam hingga sembilan minggu.

    Suwandi menjelaskan dampak pandemi covid-19 menyebabkan pasar global kedelai saat ini mengalami goncangan akibat tingginya ketergantungan impor. Peluang ini tentunya dimanfaatkan Kementan untuk meningkatkan pasar kedelai lokal dan produksi kedelai dalam negeri.

    "Kita melakukan MoU antara Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) dengan Gabungan Kelompok Tani dengan investor dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk meningkatkan kemitraan produksi dan memaksimalkan pemasaran serta penyerapan kedelai lokal milik petani," pungkas Suwandi.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id