Kemenkes Beli 27 Juta Masker Buatan UMKM

    Ilham wibowo - 20 Oktober 2020 17:32 WIB
    Kemenkes Beli 27 Juta Masker Buatan UMKM
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membelanjakan dana negara untuk keperluan penanganan covid-19 sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sebanyak 27 juta masker kain senilai Rp150 miliar dibeli dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam negeri.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki percaya penyerapan produk UMKM oleh kementerian dan lembaga Pemerintah akan kembali membuka pasar domestik yang sempat tertekan akibat wabah. Sejauh ini, pemerintah sudah memberikan dorongan agar pelaku UMKM bisa tetap produktif melalui stimulus modal usaha.

    "Program ini juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian nasional melalui UMKM dalam pengadaan di kementerian," kata Teten dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Teten memaparkan bahwa pihaknya melibatkan sembilan agregator yang bertugas menyerap langsung produk masker kain buatan ribuan pelaku UMKM di berbagai daerah. Agregator tersebut juga berperan melakukan pendampingan dan kurasi produk agar sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam mencegah penularan covid-19.

    "Kemenkes melakukan pemesanan masker sebanyak 27 juta pieces atau senilai Rp150 miliar yang akan didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia. Spesifikasi masker tiga lapis sesuai dengan standar WHO," tuturnya.

    Adapun hasil produksi masker yang telah diproduksi sejak 11 September 2020 tersebut 50 persen dari total pemesanan. Model yang dibuat pun memiliki corak beragam mengikuti tren desain yang disukai masyarakat.

    "Ini enak sekali dipakainya tidak terlalu sesak, pakai masker bisa sekaligus bergaya dan ini keren," ungkap Teten.

    Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Ahmad Yurianto mengatakan bahwa penggunaan masker diperkirakan akan lebih lama meski vaksin covid-19 telah ditemukan. Penggunaan masker hingga 2022 masih menjadi prioritas utama untuk mencegah penularan wabah,

    "Vaksin tidak melindungi orang dari kemungkinan terpapar. Oleh karena itu penggunaan masker ini masih akan terus kita kampanyekan bahkan perhitungan kami sampai dengan 2022 kita harus menggunakan masker," ujat Yuri.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id