Mentan Apresiasi Kinerja Bupati Konawe Selatan Tingkatkan Produktivitas Pertanian

    Gervin Nathaniel Purba - 22 Oktober 2020 21:08 WIB
    Mentan Apresiasi Kinerja Bupati Konawe Selatan Tingkatkan Produktivitas Pertanian
    Mentan Syahrul Yasin Limpo saat saat melakukan panen raya padi di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. (Foto: Dok. Kementan)
    Konawe Selatan: Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah kabupaten produsen padi padi terbesar di Sulawesi Tenggara.

    Bahkan, Konawe Selatan disebut mampu memasok beras ke berbagai daerah di sekitarnya.

    "Saya dengar, Konawe Selatan juga memasok ke daerah lain. Ini hebat. Terima kasih pak Bupati, Pak Kadis (Kepada Dinas), teman-teman penyuluh, dan petani semua yang saya cintai. Saudara semua adalah pejuang, pahlawan pertanian," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan panen raya padi di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Konawe Selatan Arsalim Arifin mengatakan, produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 79.746 ton gabah kering giling (GKG), atau setara 45.750 ton beras.

    Upaya meningkatkan produktivitas pertanian ini berkat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

    “Kami sangat mendukung program pengembangan pertanian melalui kawasan korporasi. Ini sangat membantu upaya pemerintah daerah Kabupaten Konawe Selatan untuk mendorong produktivitas pertanian bagi para petani terus dilakukan. Hal itu mendorong peningkatan produksi pertanian para petani dan kesejahteraan masyarkat itu sendiri,” ujar Arsalim.

    Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan, program Kementan yang diterima Kabupaten Konawe Selatan sepanjang 2020 untuk adalah Program Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi (Propaktani), melalui pengembangan kawasan pertanian komoditi padi sawah di tiga kecamatan. 

    Ketiga kecamat itu tersebar di Basela, Lalembu, Tinanggea. Pengembangan kawasan ini seluas 5.876 hektare (ha) yang bekerja sama dengan BUMD Konawe Selatan.

    Bantuan lainnya, yaitu budidaya padi lahan kering seluas 2.500 ha, bantuan benih jagung 6.230 ha, dan perluasan areal tanaman baru 3.608 ha. 

    "Sesuai arahan Komandan, Pak Mentan Syahrul Yasin Limpo yang tadi disampaikan, bahwa walaupun di masa pandemi, sektor pertanian harus terus berjalan. Oleh karena itu kami pun mulai kenalkan konsep integrated farming menuju zero waste baik integrasi vertikal.

    Konsep integrated farming merupakan keterpaduan dari hulu onfarm, hingga hilir maupun integrasi horisontal, yakni terpadu antar komoditas padi, sayur, ternak ayam, sapi dan berbagai komoditi lainnya. "Konsep ini bisa dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi," kata Suwandi.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id