Bappenas Rancang 'Kota Terlarang' ala Tiongkok di Ubud Bali

    Husen Miftahudin - 28 Desember 2020 21:35 WIB
    Bappenas Rancang 'Kota Terlarang' ala Tiongkok di Ubud Bali
    Ilustrasi. Foto: Dok. Kementerian PUPR



    Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tengah mempersiapkan perencanaan untuk membangun kawasan Ubud, Bali, menjadi ala kota terlarang Tiongkok atau Forbidden City.

    Rencana ini bertujuan untuk membentuk kawasan wisata berbasis kualitas yang hanya dapat dikunjungi dalam jumlah terbatas.






    "Masterplan sedang kita siapkan mudah-mudahan Forbidden City bisa jadi. Kita bayangkan bisa mengatasi kemacetan di Ubud, meski relatively tidak terjadi kepadatan pendatang tinggi, tapi masih ada antrean," ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Konferensi Pers Akhir Tahun secara virtual, Senin, 28 Desember 2020.

    Suharso mengungkapkan bahwa rencana induk pembangunan Forbidden City tersebut dilakukan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Gianyar. Ia memasang target rencana induk itu bakal rampung pada semester pertama tahun depan.

    Namun demikian, Kepala Bappenas masih merahasiakan lokasi pasti pembangunan Forbidden City ini. Ia hanya menyebut pembangunannya akan dilakukan di kawasan wisata Ubud, Kabupaten Gianyar.

    Wisata baru yang bakal meniru Forbidden City ini akan menawarkan kebudayaan sebagai daya tarik wisata di Ubud. Menurut dia, kebudayaan sama pentingnya seperti pantai dan pemandangan alam di Bali yang sudah lama jadi daya tarik wisatawan.

    Lalu ia juga mengincar rencana Forbidden City ini untuk menata kawasan Ubud. Suharso menargetkan minimal penataan kawasan ini bisa mengatasi kemacetan di Ubud.

    Suharso pun menjelaskan latar belakang pembangunan wisata baru ini. Dia bilang, Bali dipilih karena lebih siap mengembangkan wisata baru tersebut. Hal ini lantaran Bali kerap menjadi barometer pariwisata Tanah Air dengan kekayaan wisata alam hingga budaya.

    "Jadi nanti Bali akan punya tempat yang terbatas dengan segala macam pertunjukan dunia di Ubud," pungkas Suharso.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id