Produksi Migas Kuartal I Masih di Bawah Target

    Suci Sedya Utami - 06 April 2021 20:15 WIB
    Produksi Migas Kuartal I Masih di Bawah Target
    Ilustrasi blok migas. Foto: Dok. SKK Migas



    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menyatakan kinerja hulu migas pada kuartal I 2021 masih berada di bawah target.

    Rata-rata produksi migas pada tiga bulan pertama mencapai 1,86 juta barel setara minyak per hari (boepd) atau 99,2 persen dari target yang ditetapkan.  






    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berupaya mencari solusi untuk mempercepat komitmen kerja yang telah dirancang sebelumnya.

    "Kami berupaya mencari solusi untuk mempercepat realisasi komitmen KKKS serta merumuskan langkah taktis dan strategis untuk mencapai target APBN 2021 melalui terobosan percepatan produksi," kata Dwi dalam FGD terkait pencapaian produksi dan lifting migas di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.

    Untuk mengejar target produksi dan lifting, selain mengandalkan kegiatan pengeboran yang masif dan agresif, SKK Migas bersama Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan juga tengah berdiskusi untuk memberikan sistem fiskal yang menarik bagi pengembangan lapangan-lapangan migas. Salah satu insentif diberikan guna menjaga keekonomian pengembangan lapangan di Wilayah Kerja (WK) Mahakam dan WK South Natuna Sea Block B.

    "Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga tingkat keekonomian investor. Kami harapkan komitmen ini turut diikuti oleh pelaksanaan komitmen program kerja oleh KKKS,” ujar Dwi.

    Lebih lanjut Dwi mengatakan, saat ini SKK Migas bersama Kementerian ESDM juga terus berdiskusi aktif terkait permohonan insentif dalam upaya meningkatkan keekonomian WK Sanga Sanga dan WK East Kalimantan & Attaka serta perpanjangan WK Jabung, yang dapat berpotensi penambahan program pengeboran sumur di tahun 2021.

    Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menekankan perlunya usaha yang lebih keras dari SKK Migas dan KKKS agar selisih produksi dan lifting pada 2021 dapat terpenuhi.

    "Realisasi kegiatan pengeboran dan realisasi proyek yang dicanangkan untuk menambah produksi tahun 2021 merupakan ujung tombak peningkatan produksi jangka pendek," ucap Arifin.

    Terkait pengelolaan produksi pada WK utama Indonesia, Arifin memberikan arahannya secara khusus. Ia meminta agar transisi Blok Rokan dapat dikelola dengan baik. Chevron Pacific Indonesia sebagai operator lama dan Pertamina Hulu Rokan sebagai operator baru harus bahu membahu untuk mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai proses pengalihan Blok Rokan.

    Sedangkan untuk Lapangan Banyu Urip, saat ini produksinya turun lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Ia mengimbau Exxon Mobil Cepu Ltd sebagai operator Banyu Urip untuk segera mencarikan solusinya.

    "Sehingga penurunan produksi ini dapat diundurkan kembali. Potensi wilayah kerja tersebut masih ada, sehingga usaha keras layak untuk dilaksanakan,” kata Arifin.

    Selain itu, Arifin juga meminta Pertamina agar bekerja keras mencari solusi dan segera meningkatkan aktivitas pengeboran, work over dan well service, ataupun melakukan langkah terobosan lainnya untuk menaikkan produksi. Pasalnya realisasi produksi, Pertamina EP khususnya, masih di bawah target.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id