Simak! Ini Masukan Wakil Ketua MPR Pulihkan Industri Kreatif Pascapandemi

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 19:15 WIB
    Simak! Ini Masukan Wakil Ketua MPR Pulihkan Industri Kreatif Pascapandemi
    Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto : Medcom.



    Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengakui para pelaku industri kreatif, khususnya seniman, terkena dampak yang cukup signifikan dari meluasnya penyebaran pandemi covid-19. Terlebih di saat pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas dan sosial masyarakat.

    "Kita tahu persis bahwa sejak setahun ini, sudah setahun lebih, interaksi dan mobilitas manusia dibatasi dan mau tidak mau dampak yang terjadi adalah adanya hantaman langsung kepada kawan-kawan yang bergerak di industri kreatif," ucap Rerie, sapaannya, dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-52 secara virtual, Rabu, 7 April 2021.






    Menurutnya, para seniman terdampak cukup parah akibat pembatasan aktivitas sosial masyarakat. Pasalnya, seniman banyak mendapat pendapatan dari interaksinya dengan khalayak dan masyarakat ramai, dalam hal ini para penonton.

    "Lalu bagaimana kita kemudian melihat dan menempatkan permasalahan yang kita hadapi ini sebagai salah satu bagian yang harus dilihat secara utuh dan mendapatkan jalan keluar. Saya kira di sinilah utamanya," tuturnya.

    Dalam hal ini Rerie menekankan para seniman untuk dapat menangkap peluang di masa kenormalan baru (new normal). Sebab, era new normal ini memberikan ruang yang terbuka lebar bagi para pelaku industri kreatif, termasuk di industri hiburan.

    "Para pelaku industri kreatif, khususnya di dalam industri hiburan bisa mengambil peran dan kemudian dapat kembali menjalankan aktivitasnya sebagaimana pada waktu yang lalu (sebelum pandemi covid-19)," urai dia.

    Rerie melihat dua ruang yang bisa dimanfaatkan, yakni dari aspek pelaku industri kreatif dan masyarakat itu sendiri. Seperti misalnya seni pertunjukan asli Indonesia yang berkembang pesat di Jawa dan Bali, yakni wayang.

    Wayang merupakan seni pertunjukan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan di Jawa. Ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif untuk memaksimalkan peran mereka dengan memanfaatkan teknologi.

    "Itu juga harus dilihat, karena bisa memberikan dampak untuk dua sisi di sini. Bukan hanya bagi para pelaku industrinya sendiri, tetapi orang yang biasa yang kemudian melakukan interaksi di dalamnya," papar Rerie.

    Pertunjukan wayang bukan hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dalam 'penyehatan' jiwa para penontonya. Hal inilah yang dilihat Rerie sebagai ruang yang perlu dielaborasi lebih dalam bagi para pelaku industri kreatif.

    Rerie juga meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama memberi perhatian lebih bagi pemulihan industri kreatif di tanah air. Diperlukan pula prioritas tinggi agar industri kreatif dapat segera pulih dan menjadi pendorong perekonomian nasional.

    "Satu lagi, dalam hal ini tidak lepas dari keterlibatan dari para pekerja seni dan interaksinya dengan masyarakat merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan keseharian kita. Saya rasa inilah yang harus kita gali agar kita bisa mendapatkan pikiran-pikiran segar, pandangan-pandangan baru yang dapat kita sampaikan bersama kepada para pemangku kepentingan," tutup Rerie.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id