PLN Penuhi Pasokan Listrik untuk Industri Smelter di Sulawesi

    Suci Sedya Utami - 21 April 2021 13:38 WIB
    PLN Penuhi Pasokan Listrik untuk Industri <i>Smelter</i> di Sulawesi
    Ilustrasi pasokan listrik PLN untuk industri - - Foto: dok PLN



    Kendari: PT PLN (Persero) siap memenuhi pasokan listrik bagi industri smelter di Sulawesi. Pasokan tersebut berasal dari sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan yang menghubungkan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah dengan cadangan listrik sebesar 664 megawatt (MW).
     
    "PLN sangat siap untuk melayani kebutuhan investasi melalui infrastruktur ketenagalistrikan di empat provinsi tersebut, khususnya bagi industri smelter dan mendukung tumbuhnya industri baterai di Tanah Air," tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam keterangan resmi, Rabu, 21 April 2021.
     
    Ia menjelaskan smelter merupakan salah satu industri yang tengah berkembang pesat mengingat kandungan nikel cukup berlimpah dan akan menjadi bahan baku industri baterai di Sulawesi.
     
    Di Bantaeng, Sulawesi Selatan, PLN juga baru saja meningkatkan kapasitas daya terhadap jaringan transmisi yang memasok PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) yang bergerak pada industri pengolahan dan pemurnian mineral nikel.

    Sebelumnya, PT HNI telah dipasok daya existing sebesar 40 Mega Volt Ampere (MVA). Seiring dengan pertumbuhan usahanya saat ini, PLN akan memenuhi kebutuhan tambahan PT HNI kurang lebih 170 MVA. Sebesar 80 MVA sudah siap disalurkan pada Mei 2021 dan 90 MVA pada Juli 2021.






    Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan juga banyak dipasok oleh pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yakni Pembangkt Listik Tenaga Air (PLTA) Poso 315 MW, PLTA Bakaru 126 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) Sidrap 60 MW, PLTB Tolo 70 MW.

    Adapun bauran EBT di sistem kelistrikan Sulbagsel sebesar 29,8 persen dengan total kapasitas sebesar 861,42 MW. Dalam waktu dekat, PLTA Malea ditargetkan juga akan beroperasi sehingga menambah bauran EBT pada sistem kelistrikan Sulbagsel.

    Perseroan juga meningkatkan kapasitas jaringan Transmisi yang terbentang dari Punagaya di Jeneponto sampai dengan wilayah Bantaeng smelter sepanjang 68 kilo meter sirkuit (kms).

    Sementara itu di Kolaka, Sulawesi Tenggara, PLN telah mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 150 kilo Volt (kV) Incomer Kolaka Smelter dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kolaka Smelter.

    "Alhamdulillah, kita dapat menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini. Pemberian tegangan perdana (energize) telah berhasil dilaksanakan pada hari awal April lalu," ucap Zulkifli.

    Deputi Direktur PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Djen Rizal menyampaikan, perusahaannya merupakan pelanggan premium platinum PLN di Kolaka yang telah melaksanakan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) pada 2018 dan berkomitmen untuk membangun pabrik smelter di Kolaka. Rencananya, pabrik berupa smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan High Pressure Acid Leaching (HPAL) ditargetkan rampung pada 2024.

    "PLN dengan cepat telah membangun infrastruktur kelistrikan untuk menunjang kebutuhan listrik smelter RKEF dan HPAL Ceria. Selain itu kami pun berkomitmen untuk mempercepat pembangunan smelter, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional," sambung Djen.

    PLN juga sedang membangun jaringan transmisi 150 kV sepanjang 167 kms yang terbentang di antara Kendari-Andolo-Tinanggea dan Gardu Induk (GI) Tinanggea Switching. Selain untuk mendukung pemenuhan listrik untuk pelanggan umum, infrastruktur ini juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik smelter PT BSI sebesar 100 MVA pada tahap I yang diperkirakan sudah dapat energize pada Oktober 2021.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id