Kenaikan Cukai Rokok Kebiri Serapan Tembakau ke Petani

    Husen Miftahudin - 26 Oktober 2020 20:09 WIB
    Kenaikan Cukai Rokok Kebiri Serapan Tembakau ke Petani
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah Muhammad Rifai menyatakan para petani tembakau keberatan jika pemerintah menaikkan cukai rokok atau Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar 17 persen untuk 2021.

    "Efek dari kenaikan CHT berimbas pada serapan tembakau petani oleh pabrikan rokok. Jika CHT naik, harga jual rokok ke konsumen pasti meningkat, saat ini daya beli konsumen rokok mengalami penurunan dan pabrikan rokok pasti menurunkan produksi," ujar Rifai dalam keterangan resminya, Senin, 26 Oktober 2020.

    Rifai meminta pemerintah jangan mengalihkan beban kepada petani tembakau di tengah upaya pemulihan perekonomian negara lewat kenaikan CHT. "Dengan kenaikan CHT tahun lalu, serapan tembakau petani oleh pabrikan semakin menurun. Ketika panen tembakau, harga jualnya sangat rendah," ketusnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum APTI Samukrah mengungkapkan bahwa kenaikan CHT sebesar 17 persen untuk tahun depan tersebut bakal merugikan petani tembakau. Dia bilang, jika cukai rokok naik, maka produksi rokok tidak akan berjalan lantaran bahan bakunya akan dibeli murah.

    Lebih lanjut, ia meminta pemerintah untuk membuat regulasi yang jelas bagi petani tembakau di beberapa wilayah. Sebab setiap tahun petani tembakau selalu mengalami masalah saat panen, sehingga selalu dirugikan terkait harga.

    "Petani tembakau di Sumenep dan beberapa wilayah Madura selalu mempunyai masalah yang tidak pernah selesai, karena tidak adanya regulasi soal harga. Sehingga selalu dirugikan, ditambah lagi kenaikan CHT," tutur Samukrah.

    Senada, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APTI Lamongan Mudi menambahkan bahwa bagi petani tembakau, dampak kenaikan cukai rokok pada tahun lalu menyebabkan tembakau di wilayah Jawa Timur tidak terserap sebanyak 35 persen sampai 45 persen.

    "Akibat kenaikan CHT, serapan ke pabrikan menurun dan harga tembakau juga anjlok. Kami menolak kenaikan CHT karena memberatkan petani tembakau," ungkap Mudi. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id