Mentan: Penyuluh Pertanian Ibarat Kopassus Negara, Tidak Boleh Salah

    Annisa ayu artanti - 05 April 2021 13:50 WIB
    Mentan: Penyuluh Pertanian Ibarat Kopassus Negara, Tidak Boleh Salah
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto: Dok. Kementerian Pertanian



    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan keberadaan penyuluh pertanian sangat vital, khususnya dalam melakukan pembinaan kepada petani. Bahkan, ia menyebut penyuluh sebagai Komando Pasukan Khusus (Kopassus) negara.

    Penyuluh akan memastikan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan, memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani.






    "Kalian (penyuluh) adalah kopassusnya negara di bidang pertanian. Kenapa? Karena kalian di pertanian tidak boleh salah. Kalian tidak boleh salah hitung, salah kalkulasi. Pertanian tidak boleh salah kira. Kenapa? karena terkait dengan 270 juta orang punya perut," kata Syahrul dalam arahan Coaching Penyuluh Pertanian, Senin, 5 April 2021.

    Ia menyebutkan, sebanyak 9.514 orang penyuluh pertanian telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    Mereka tidak hanya memastikan kegiatan produksi petani melainkan juga memfasilitasi pengembangan kemitraan dengan pelaku usaha, meningkatkan akses petani terhadap modal, prasarana dan sarana pertanian, serta pasar.

    Ia juga menegaskan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pembangunan pertanian nasional. Oleh karena itu, kesejahteraan penyuluh harus diperhatikan guna memaksimalkan perannya dalam mendampingi petani dalam rangka menjaga stabilitas pangan nasional.

    "Pengangkatan Penyuluh Pertanian yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari THL-TBPP merupakan upaya yang telah kita perjuangkan sejak lama, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2020 yang merupakan perubahan atas Peraturan sebelumnya (Nomor 2 Tahun 2019) tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh," jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BBPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan, Coaching Penyuluh Pertanian PPPK dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian, khususnya PPPK, guna mengoptimalisasi kegiatan pembinaan, pengawalan, dan pendampingan kepada petani.

    "Melalui kegiatan ini, diharapkan PPPK mampu menjadi ASN yang profesional, mandiri, dan berdaya saing, serta responsif dalam pelaksanaan tugasnya agar mampu memecahkan permasalahan petani di lapangan sesuai disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki, metodologi dan teknis analisis yang tepat sesuai potensi wilayah masing-masing,” kata Dedi.

    Kementerian Pertanian memproyeksikan penyuluh nantinya akan memiliki kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut perubahan yang dinamis.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id