Kementan Tambah Program Strategis di 2021

    Antara - 22 September 2020 08:46 WIB
    Kementan Tambah Program Strategis di 2021
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan
    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menambah beberapa program strategis dalam komposisi anggaran pada 2021. Hal itu terjadi setelah mengalami penyesuaian berdasarkan saran dan masukan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan sejumlah penyesuaian program dan kegiatan terdapat pada Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura, Ditjen Perkebunan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.

    "Telah dilakukan penyesuaian program/kegiatan dan anggaran di masing-masing eselon I lain pendukung, seperti pada Ditjen PSP, Badan lingkup Kementerian Pertanian maupun Setjen dan Itjen dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan pertanian tahun 2021," kata Syahrul dalam raker bersama Komisi IV DPR, dikutip dari Antara, Selasa, 22 September 2020.

    Adapun penyesuaian program di Ditjen Tanaman Pangan, yakni penambahan alsintan pascapanen untuk RMU dan bangunan sebesar Rp100 miliar untuk mendukung cadangan pangan masyarakat. Kemudian, penambahan areal jagung 346.000 ha sebesar Rp176,4 miliar dan alsintan usai panen Rp125 miliar.

    Pada Ditjen Hortikultura, terdapat penambahan kegiatan benih sebar hortikultura Rp19,09 miliar; sarana prasarana perbenihan Rp15 miliar; sarana dan prasarana pengolahan hasil pascapanen Rp52,06 miliar; distribusi pangan Rp3 miliar; sertifikasi produk Rp4,8 miliar; dan  cold storage Rp36 miliar.

    Pada Ditjen Perkebunan, terdapat penambahan kegiatan berupa penyediaan alat pengolahan dan pascapanen sebanyak 1.011 unit sebesar Rp210,4 miliar. Pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, terdapat penambahan kegiatan bantuan kambing/domba (ternak) menjadi 20.000 ekor atau Rp42 miliar.

    Kemudian bantuan prasarana paket ayam lokal (500 ribu ekor ayam lokal, pakan, obat, vitamin, kandang, sarpras, dan mesin tetas) sebesar Rp33,7 miliar; layanan sapras internal yaitu pusat dan 22 UPT sebesar Rp136,7miliar; serta sapi indukan menjadi 5.000 ekor atau Rp41,9 miliar.

    Penyesuaian program/kegiatan dan anggaran juga dilakukan pada Ditjen PSP, badan lingkup Kementerian Pertanian, Setjen, dan Itjen. "Sebagai contoh, di Ditjen PSP ada penambahan untuk pengadaan hand sprayer mendukung pekarangan pangan lestari (P2L) sebesar Rp33,9 miliar dan pengadaan screen house sebesar Rp150 miliar," katanya.

    Kemudian, di Badan PPSDMP ada penambahan kegiatan bimtek/pelatihan penyuluh dan petani Rp40 miliar; Badan Litbang Pertanian ada penambahan pemberdayaan laboratorium dan instalasi penelitian perbenihan Rp108 miliar; dan Badan Karantina Pertanian ada penguatan sarana perkantoran untuk memperkuat fungsi Badan Karantina Pertanian sebesar Rp100 miliar.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id