Produksi Minyak akan Bangkit di 2022

    Suci Sedya Utami - 28 April 2020 16:01 WIB
    Produksi Minyak akan Bangkit di 2022
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ Widodo S Jusuf
    Jakarta: Kemunculan wabah covid-19 di dunia membuat permintaan minyak menurun. Hal ini berimbas pada pengurangan produksi minyak tak terkecuali dalam negeri.

    Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan dampak pandemi tersebut menurunkan perkiraan (outlook) produksi minyak 2020 dari 735 ribu barel per hari (bph) menjadi 725 ribu bph.

    Penurunan target ini diharapkan bisa menjadi pendorong kenaikan harga layaknya hukum ekonomi. Ketika barang langka atau jumlahnya sedikit di pasaran, maka harga akan mengalami kenaikan.

    "2020 ke 2021 itu masih ada decline, 2022 mulai pick-up," kata Dwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa, 28 April 2020.


    Selain itu, pengurangan produksi dilakukan lantaran biaya produksi disaat pandemi jauh lebih mahal dibandingkan harga produk yang dihasilkan. Lagi pula, pemulihan (recovery) produksi membutuhkan waktu yang lama terutama untuk Indonesia mengingat beberapa lapangan juga mengalami decline.

    Namun demikian, Dwi tetap mempertahankan rencana jangka panjang dengan menargetkan produksi minyak bisa mencapai satu juta bph pada 2030.

    "Kami akan selalu concern terhadap rencana jangka panjang untuk mengejar satu juta barel di 2030," tutur Dwi.

    Berbagai strategi pun dilakukan untuk mencapai target tersebut. Di antaranya mempertahankan tingkat produksi existing yang tinggi, transformasi sumber daya ke produksi, percepatan chemical Enhance Oil Recovery (EOR) serta eksplorasi untuk penemuan besar.

    Salah satu upaya tersebut dibuktikan dengan penemuan Sumber Daya Alam (SDA) dari kegiatan ekplorasi pada kuartal I-2020 di antaranya yakni penemuan SDA minyak sebesar 61,8 juta barel (mmbo) di PB-02 oleh Taxcal Mahato.

    Kemudian penemuan SDA gas sebesar 79 miliar kaki kubik (bcfg) di Bronang-02 oleh Medco S Natuna Sea B. Serta penemuan gas SDA gas seebesar 339,6 bcfg di Wolai-01 oleh Pertamina EP. Sehingga total SDA yang ditemukan sebesar 136,5 juta barel setara minyak (mmboe).

    "Penemuan gas Lapangan Bronang ini akan menjadi penunjang pengembangan Lapangan Forel yang berpotensi menambah produksi hingga 10 ribu barel minyak per hari," jelas mantan Direktur Utama Pertamina ini.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id