Pemerintah Tambah Rp15,4 Triliun untuk Subsidi Listrik

    Suci Sedya Utami - 11 Agustus 2020 15:51 WIB
    Pemerintah Tambah Rp15,4 Triliun untuk Subsidi Listrik
    Ilustrasi subsidi tarif listrik - - Foto: Antara/ Jojon
    Jakarta: Pemerintah menambah anggaran sebesar Rp15,4 triliun untuk subsidi tarif listrik. Anggaran tersebut diperlukan dalam meringankan biaya tagihan listrik bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan besaran tersebut merupakan perkiraan jumlah yang harus dibayarkan pemerintah pada PT PLN (Persero). Mekanisme pencairan dana tersebut diusulkan serupa dengan subsidi murni yakni dibayarkan setiap bulan. Namun kekurangan pembayaran dapat dilunasi di akhir tahun sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    "Jadi sambil membantu masyarakat yang mengalami tekanan covid-19, kita juga ikut memperhitungkan cash flow PLN, kita bantu kesehatan keuangan PLN," kata Rida dalam konferensi pers, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Ia menjelaskan program bantuan keringan tarif listrik tersebut terbagi dalam beberapa bagian. Antara lain bagi 24,16 juta pelanggan rumah tangga golongan 450 volt ampere (VA) diberikan diskon 100 persen atau dibebaskan dari tagihan listrik serta 7,72 juta pelanggan rumah tangga golongan 900 VA dengan subsidi diskon 50 persen.

    "Awalnya bantuan keringanan ini diberikan untuk periode April-Juni. Namun keringanan tersebut diperpanjang hingga Desember. Tambahan subsidi selama sembilan bulan untuk program ini mencapai Rp12,18 triliun," ungkap dia.

    Kemudian bantuan diskon listrik 100 persen untuk pelanggan usaha mikro kecil menengah (UMKM) baik golongan bisnis maupun industri dengan daya listrik 450 VA. Rida mengatakan setidaknya ada 501 ribu pelanggan bisnis dan 433 pelanggan industri jenis tersebut. Bantuan ini awalnya diberikan selama enam bulan dari Mei hingga Oktober, namun diperpanjang hingga Desember. Perkiraan besaran tambahan subsidi untuk bantuan ini mencapai Rp151 miliar.

    Selanjutnya pembebasan rekening minimum bagi pelanggan sosial, bisnis, industri dan layanan khusus dengan daya di atas 1.300 VA. Pelanggan-pelanggan jenis tersebut dibebaskan dari biaya minimum dengan perhitungan penggunaan 40 jam nyala sehingga pelanggan hanya membayarkan penggunaan riilnya. Serta pembebasan biaya beban (abonemen) bagi pelanggan jenis tersebut dengan daya di bawah 900 VA. Bantuan keringanan ini diberikan selama enam bulan sejak Juli-Desember.

    Untuk jumlah pelanggan dalam bantuan ini mencapai 1,26 juta dengan perkiraan besaran tambahan subsidi sebesar Rp3,07 triliun. Secara keseluruhan menerima manfaat dari program subsidi listrik mencapai 33.642.067 pelanggan.

    "Dengan adanya bantuan ini diharapkan perusahaan enggan melakukan PHK, malah membuka lagi usahanya dan menggerakkan perekonomian nasional," jelas Rida. 


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id