API: Potensi Panas Bumi Indonesia Sangat Besar

    Gervin Nathaniel Purba - 09 September 2020 20:48 WIB
    API: Potensi Panas Bumi Indonesia Sangat Besar
    DIIGC 2020 dilangsungkan pada 8-10 September 2020 sebagai agenda tahunan API, sekaligus merupakan forum Pertemuan Ilmiah Tahunan PIT INAGA
    Jakarta: Indonesia memiliki energi panas bumi yang potensinya melimpah. Hal ini dibuktikan dengan dapat diandalkannya energi panas bumi sebagai base-load, selain keuntugan dari sifat energi bersih dan terbarukan.

    Menurut President of INAGA (Asosiasi Panasbumi Indonesia/API) Prijandaru Effendi, Indonesia mempunyai potensi panas bumi yang sangat besar, sekitar 40 persen dari potensi seluruh dunia sekitar 25 GW. Saat ini, total kapasitas terpasang sudah lebih dari 2.000 MW.

    Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai produsen energi panas bumi terbesar. Hal ini dapat dijadikan momentum bahwa panas bumi Indonesia dapat ikut berperan sebagai agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan.

    "Serta membantu meningkatkan keekonomian dalam negeri dan membantu menurunkan emisi gas rumah kaca," ujar Prijandaru, saat pembukaan Digital Indonesia International
    Geothermal Convention (DIIGC) 2020.

    DIIGC 2020 dilangsungkan pada 8-10 September 2020 sebagai agenda tahunan API, sekaligus merupakan forum Pertemuan Ilmiah Tahunan PIT INAGA. Menteri ESDM Arifin Tasrif, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM FX Sutijastoto, dan Chairman of DIIGC 2020 Eko Agung Bramantyo juga turut menghadiri acara tersebut.

    Tema yang diusung ialah The Future is now: Committing Geothermal Energy for Indonesia's Sustainable Development. Momen ini diharapkan dapat menciptakan peluang baik untuk menjalin kerja sama antar pemangku kepentingan industri panas bumi.

    "API akan terus mendukung berbagai upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, khususnya energi panas bumi," ujar Prijandaru.

    Pada kesempatan yang sama, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM FX Sutijastoto menjelaskan target pengembangan energi panas bumi sesuai KEN adalah sebesar 7.241,5 MW.

    Sutijastoto menegaskan bahwa pemerintah senantiasa memberikan dukungan bagi pengembangan panas bumi dalam mencapai agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan atau sustainable development goal pada bidang energi.

    Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan perlu melibatkan berbagai pihak, baik dari segi pemerintah maupun di luar pemerintah harus bersama-sama berkomitmen mengambil
    langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan. Khususnya untuk mencapai target pengembangan panas bumi yang sudah dicanangkan hingga 2025.

    "Sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan target bauran energi serta keikutsertaan Indonesia dalam Paris Agreement pada 2015 menjadi komitmen kuat untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan. Salah satunya pengembangan energi panas bumi," tutur Sutijastoto.

    DIIGC 2020 ditargetkan dapat mendatangkan lebih dari seribu delegasi menghadiri konvensi yang terdiri atas perusahaan pengembang panas bumi, perusahaan pelayanan
    panas bumi, perusahaan pendukung, pemerintah, serta mahasiwa/i.

    Kegiatan ini sudah dimulai sejak 1-4 September 2020 dengan sesi virtual technical paper session. Jumlah total paper terkumpul 41 full paper (terdiri atas 17 profesional dan 24 universitas), full paper yang diterima 21 presentasi (terdiri atas 15 profesional dan 6 universitas), dan 10 poster (terdiri atas 2 profesional dan 8 universitas).

    Tahun ini Lumut Balai Geothermal Field (Pertamina Geothermal Energy Power Plant) menjadi tujuan dari Virtual Field Trip DIIGC 2020. Acara ini juga dilaksanakan dengan kegiatan donasi bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi covid-19.

    “Dukungan untuk terus menggali potensi panas bumi di Indonesia akan terus diberikan. Panas bumi memberikan banyak manfaat. Bukan hanya energi listrik yang kita rasakan, melainkan juga manfaat dari segi sosial, ekonomi, hingga pembangunan daerah. Berdasarkan target pemasangan energi panas bumi dengan energi yang sudah terpasang, potensi energi panas bumi masih bisa dimaksimalkan," kata Chairman of DIIGC 2020 Eko Agung Bramantyo.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id