The New Normal Buat Ketergantungan pada Teknologi Makin Tinggi

    Antara - 19 Mei 2020 17:59 WIB
    <i>The New</i> Normal Buat Ketergantungan pada Teknologi Makin Tinggi
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menilai kondisi new normal setelah pandemi covid-19 akan membuat ketergantungan terhadap teknologi semakin besar.

    "Nanti apakah akan ada vaksin atau tidak, kita harus siap. Kalau tidak ada vaksin maka kehidupan kita akan sangat berbeda atau berubah. New normal ini membuat kita bergantung pada teknologi sangat besar. selain itu protokol kesehatan juga akan semakin ketat," kata Arya Sinulingga seperti dikutip Antara, Selasa, 19 Mei 2020.

    Arya menganalogikan, kondisi ini hampir serupa seperti peristiwa 9/11, sebelum terjadi peristiwa tersebut orang-orang saat masuk ke bandara hanya masuk begitu saja tanpa mengalami pemeriksaan ketat. Namun setelah peristiwa itu terjadi maka orang-orang harus menjalani pemeriksaan ketat di bandara.

    "Hal yang sama juga akan terjadi dengan pandemi covid-19 ini, jadi kita mengalami perubahan besar dan teknologi menjadi acuan kita," katanya yang juga merangkap sebagai Satgas Covid-19 Kementerian BUMN.

    Selain itu, lanjut Arya, seandainya vaksin anti covid-19 ditemukan, sebagai manusia dan pelaku bisnis tidak akan mau kembali menjalani pola hidup lama sebelum terjadinya pandemi covid-19.

    Contohnya rapat sebelum pandemi covid-19 selalu dilakukan dalam pertemuan fisik dan harus mengatur jadwal pertemuan, namun sekarang tidak karena cukup menggunakan teknologi video conference semua bisa dilakukan.

    "New normal ini kita harus benar-benar siap karena kami di Kementerian BUMN sudah membuat skenario-skenario kalau nanti kondisi new normal terjadi, mengingat sebelum dan setelah pandemi ada banyak perubahan," kata dia.

    Arya mengatakan bahwa kurun waktu beberapa bulan terakhir ini mengubah banyak hal dan teknologi ternyata mengubah pola-pola aktivitas.

    "Kami melihat di BUMN bahwa kita memiliki ketergantungan semakin cepat kepada teknologi dengan adanya pandemi covid-19 ini, malah disrupsi dipercepat oleh pandemi covid-19," ungkapnya.

    Arya juga menambahkan bahwa pihaknya juga tengah mengkaji dari sisi bisnis, misalnya seberapa besar produktivitas ketika bekerja dari rumah atau work from home (WFH), sehingga dapat diketahui apakah lebih produktif, sama saja, atau mengalami penurunan.

    Untuk sektor yang produktivitasnya sama saja dan lebih tinggi ada kemungkinan digeser untuk melakukan work from home saja, hanya perlu laptop sehingga akan banyak efisiensi terjadi. Namun yang mengalami penurunan produktivitas mau tidak mau tetap harus masuk kantor dan tidak bekerja dari rumah.

    "Ini akan semakin membuat kita tergantung kepada teknologi," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id