Pemerintah Tambah Produksi 480 Ribu Obat Antivirus Covid-19

    Husen Miftahudin - 10 September 2020 19:16 WIB
    Pemerintah Tambah Produksi 480 Ribu Obat Antivirus Covid-19
    Ilustrasi - - Foto: AFP
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menambah produksi obat antivirus covid-19. Penambahan obat antivirus seperti Tamiflu atau Oseltamivir tersebut mencapai 480 ribu tablet.

    "Terkait dengan ketersediaan obat-obatan baik utk rumah sakit maupun untuk pasien isolasi mandiri, pemerintah sudah memproduksi obat antivirus seperti Tamiflu atau Oseltamivir, itu minggu depan akan bertambah hampir 480 ribu," ujar Airlangga dalam telekonferensi pers usai rapat koordinasi (rakor) dengan delapan gubernur di Jakarta, Kamis, 10 September 2020.

    Selain menambah produksi Tamiflu atau Oseltamivir, pemerintah juga akan memproduksi jenis obat lain yang selama ini digunakan untuk mengobati pasien covid-19, yakni Favipiravir. Namun Airlangga tidak menyebutkan rincian tambahan produksi Favipiravir tersebut.

    "Yang terkait dengan Favipiravir ini kebetulan patennya sudah lepas, sehingga akan diproduksi oleh Kimia Farma," ucapnya.

    Airlangga menambahkan pemerintah menjamin akan terus memasok kebutuhan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya menambah kapasitas tempat tidur dan ruang perawatan pasien rumah sakit.

    "Pemerintah pusat memberi perhatian serius kepada perkembangan situasi pandemi covid-19, dan akan selalu meningkatkan kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan," tegas dia.

    Menurut Airlangga, peningkatan rumah sakit dan fasilitas kesehatan dilakukan dengan memanfaatkan hotel bintang dua dan tiga. Hal ini mencontoh langkah dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel).

    "Juga mempersiapkan ruang isolasi mandiri di Wisma Atlet di mana Wisma Atlet juga mempersiapkan baik di tower 5, 6, maupun khusus pekerja dari luar negeri yang ada di tower 7 dan 8," urai dia.

    Pemerintah pusat juga terus mendorong rumah sakit di DKI Jakarta untuk dilakukan relaksasi terhadap pasien yang posisinya sudah hampir sembuh dan dalam tahap observasi di Wisma Atlet.

    "Pemerintah mendorong agar rumah sakit yang ada di DKI itu untuk dilakukan relaksasi. Terutama terhadap pasien-pasien yang sudah hampir sembuh dan masih dalam tahap observasi. Itu di Wisma Atlet fasilitasnya tersedia," pungkas Airlangga.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id