comscore

Gernas BBI Jadi Upaya Pemerintah Tingkatkan Nilai Produk IKM

Despian Nurhidayat - 20 Juni 2022 19:08 WIB
Gernas BBI Jadi Upaya Pemerintah Tingkatkan Nilai Produk IKM
Ilustrasi tas dan sepatu produksi lokal - - Foto: Kemenparekraf
Jakarta: Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita mengatakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai dari produk IKM atau UMKM agar dibeli oleh konsumen lewat digitalisasi.

"Jadi target BBI ini untuk membuat IKM atau UMKM dapat menyajikan produknya lewat digital. Memang tuntutan kita bagaimana menjangkau pasar yang lebih luas. Maka dari itu, BBI ini ditargetkan meningkatkan on boarding IKM atau UMKM. Jadi dari 11,7 juta menjadi 30 juta di 2023," ungkapnya dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) secara virtual, Senin, 20 Juni 2022.
Lebih lanjut, Reni menambahkan bahwa saat ini, pemerintah juga tengah mendorong partisipasi dari pemerintah daerah dan top brand untuk mengolah potensi produk IKM dan UMKM. Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan nilai tambah penjualan produk melalui online.

Kemenperin sejak 2017 sudah melakukan upaya untuk memperkenalkan IKM kepada digitalisasi baik dari pemasaran maupun pembukuan melalui program E-Smart.

"Saat ini, IKM yang sudah masuk E-Smart itu 22.515 IKM dan sudah onboarding sekitar 14.125 IKM dengan menggandeng marketplace yang ada," ujar Reni.

Dia pun menekankan bahwa tugas dari Kemenperin saat ini untuk melakukan pembinaan terhadap IKM yang ada agar mereka dapat menyesuaikan produk yang dimiliki atau dihasilkan dengan kebutuhan dan anggaran pemerintah pusat, daerah maupun BUMN.

Melalui Gernas BBI yang akan dilaksanakan di Lampung bertajuk Lagawi Fest 2022, Reni optimis akan menumbuhkembangkan IKM unggulan di Provinsi Lampung untuk berkembang dan onboarding.

"Kita tahu Lampung punya potensi sumber daya alam yang banyak. Banyak IKM yang sudah berkembang di sana baik makanan dan minuman, tenun, pakaian jadi, kerajinan dan lainnya. Dengan Gernas BBI, semoga IKM Lampung dapat lebih berkelas dan dikenal tidak hanya di Lampung tapi di seluruh Indonesia dan mampu untuk melakukan ekspor," tuturnya.

Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung Kusnardi memperkirakan ada sekitar Rp1,2 triliun dari anggaran Provinsi Lampung yang dapat dibelanjakan untuk produk dalam negeri.

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk platform digital untuk mendukung penjualan produk IKM lampung secara online. Dalam acara Gernas BBI ini, akan hadir juga festival dan lomba untuk memancing inovasi dan kreativitas IKN sehingga produknya tidak melulu itu-itu saja.

"Kami juga akan dampingi dan bantu kawan-kawan IKM untuk mendapatkan sertifikasi produknya. Untuk yang perlu alat produksi canggih, kami juga membantu menghadirkan yang dibutuhkan baik secara langsung maupun melalui pembiayaan. Kami juga jodohkan pelaku IKM dengan perusahaan besar untuk dibantu pemasaran," ujar Kusnardi.

Sebagai salah satu pelaku IKM yang hadir dalam Gernas BBI, Pemilik Rafin's Snack Bandarlampung M. Ravie Cahya Ansor bercerita Gernas BBI telah memberikan percepatan bagi pelaku IKM.

"Jadi kami itu untuk naik satu tahap saja butuh waktu lama karena ada keterbatasan modal. Tapi dengan adanya Gernas BBI, kami mendapat banyak fasilitas dari berbagai hal, mulai dari foto, video, iklan dan lainnya. Jadi semua difasilitasi melalui Gernas BBI ini," pungkas Ravie.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id