comscore

Isu Industri Jadi Prioritas Kemenperin di Presidensi G20 Indonesia

Husen Miftahudin - 13 Januari 2022 18:02 WIB
Isu Industri Jadi Prioritas Kemenperin di Presidensi G20 Indonesia
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan penambahan isu industri sebagai prioritas dalam Trade and Investment Working Group (TIWG) sehingga menjadi Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) di Presidensi G20. Upaya ini nantinya dapat turut memacu kinerja dan daya saing sektor industri di Tanah Air dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Secara khusus, tema TIIWG pada Forum G20 tahun ini adalah Collective economic recovery: Aligning Trade, Investment and Industry agenda with SDGs.
"Ini adalah upaya G20 untuk mendorong pemulihan ekonomi dunia secara kolektif melalui penyelarasan agenda Perdagangan, Investasi, dan Industri dengan SDGs (Sustainable Development Goals)," jelas Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto dalam siaran persnya, Kamis, 13 Januari 2022.

Berdasarkan tema besar TIIWG tersebut, akan dibagi menjadi priority issues yang krusial, antara lain mengenai reformasi sistem perdagangan multilateral-WTO reform dan kontribusi multilateral trade system untuk pencapaian tujudan SDGs.

Isu prioritas lainnya, yakni perdagangan dan investasi terhadap arsitektur kesehatan dan pemulihan dari pandemi secara global, pengembangan ekonomi digital dan rantai pasok global yang berkelanjutan, memacu investasi yang berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global, serta strategi bersama untuk industrialisasi inklusif dan berkelanjutan melalui penerapan industri 4.0.

"Kami berharap agar aspek substansi yang diangkat pada pertemuan TIIWG tersebut dapat diterima dengan baik oleh para negara anggota G20 dan menjadi topik pembahasan yang terus berkembang dalam Presidensi G20 selanjutnya," tutur dia.

Rangkaian TIIWG dapat dimanfaatkan untuk menampilkan sejumlah kemajuan pembangunan Indonesia, mulai dari bidang infrastruktur, sektor industri, konektivitas yang terintegrasi, hingga pelaksanaan program vaksinasi Indonesia.

"Ini menjadi momentum yang baik buat kita, karena dapat meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia khususnya dalam penanganan pandemi, yang akhirnya akan memacu peningkatan investasi di Indonesia," tambah Eko.

Sementara itu, pada Forum G20 Pemerintah Indonesia akan mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger. Maksud tema ini adalah untuk meningkatkan sinergi, aksi kolektif dan kolaborasi inklusif antara anggota G20 dan dunia guna mencapai pemulihan dunia yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Isu besar yang siap diangkat pada Forum G20 nanti, yaitu arsitektur kesehatan dunia yang harus dibangun karena adanya pandemi covid-19, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan atau ekonomi hijau.

"Dari ketiga isu ini, kita punya kepentingan di sektor industri. Misalnya, di aspek kesehatan, kami berharap bisa mendobrak akses yang fair terhadap industri farmasi dan alat kesehatan, khususnya terkait dalam produksi dan distribusinya," ungkapnya.

Sementara itu, untuk aspek transformasi digital, Indonesia telah siap mengadopsi teknologi industri 4.0. Hal ini diwujudkan melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Kemudian, dalam aspek transisi energi, Kemenperin berharap sektor industri di  Indonesia dapat memenuhi standar berkelanjutan sehingga bisa berdaya saing global.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id