comscore

Survei: Kondisi Ekonomi Nasional Masih Dipandang Buruk

Eko Nordiansyah - 09 Januari 2022 16:52 WIB
Survei: Kondisi Ekonomi Nasional Masih Dipandang Buruk
Ilustrasi ibu kota DKI Jakarta - - Foto: dok MI
Jakarta: Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyebut kondisi ekonomi nasional masih dinilai buruk oleh masyarakat.  Sebanyak 33,3 persen responden menilai keadaan ekonomi buruk atau sangat buruk.
 
"Menurut responden di Desember 2021 itu ekonomi secara nasional itu dipersepsi buruk atau sangat buruk total ada 33 persen masyarakat kita yang memandang bahwa keadaan ekonomi nasional masih buruk," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam video conference, Minggu, 9 Januari 2022.
 
Sementara sebanyak 24,5 persen responden menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional sudah baik atau sangat baik. Ia menambahkan, dalam lima bulan terakhir kondisi ekonomi nasional dinilai membaik, meskipun yang menilai buruk lebih banyak tapi trennya terus mengalami penurunan dari bulan ke bulan. 
 
"Tapi kalau kita lihat mereka yang mengatakan buruk itu terus menerus turun. Meski lebih banyak dibandingkan yang mengatakan sudah baik, tapi trennya jauh dibandingkan Mei 2020. Jadi ada proses pemulihan ekonomi yang berjalan tapi masih banyak yang mengatakan buruk dibandingkan baik," ungkapnya.
 
Meski begitu, hasil survey menunjukkan bahwa lebih banyak masyarakat yang menganggap ekonomi rumah tangganya saat ini lebih baik. Tercatat sebanyak 31,9 persen yang menyatakan kondisi ekonomi rumah tangganya lebih baik dan 5,6 persen jauh lebih baik, sedangkan 26,3 persen yang merasa lebih buruk.
 
"Persepsi responden terhadap ekonomi rumah tangga saat ini banyak yang mengatakan lebih baik dibandingkan lebih buruk. Ini trennya, ada crossing yang mengatakan membaik ekonomi rumah tangganya. Artinya ada perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun 2020 ketika kita pertama kali menghadapi pandemi," jelas dia.
 
Selanjutnya, responden juga menilai bahwa masalah mendesak yang harus segera bisa diatasi oleh pemimpin negara adalah menciptakan lapangan kerja/mengurangi pengangguran sebanyak 33,2 persen. Kemudian yang kedua adalah mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok sebesar 14,6 persen.
 
Adapun responden yang mengikuti survei ini sebanyak 1.220 orang yang merupakan warga negara Indonesia dengan usia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling yang tersebar di 34 provinsi serta dilakukan penambahan 800 responden di Jawa Timur.
 
Responden terpilih kemudian diwawancarai secara langsung melalui tatap muka. Dengan asumsi metode simple random sampling, maka toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id