Pemerintah Tetap Wujudkan Transformasi Ekonomi Meski Dihadang Pandemi

    Husen Miftahudin - 12 Oktober 2020 16:20 WIB
    Pemerintah Tetap Wujudkan Transformasi Ekonomi Meski Dihadang Pandemi
    Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: MI/Galih Pradipta
    Jakarta: Pemerintah hingga saat ini terus berupaya membuat transformasi ekonomi meski dihadang perlambatan ekonomi imbas meluasnya penyebaran wabah covid-19. Pandemi tak menyurutkan upaya pemerintah untuk merealisasikan Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

    Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan transformasi ekonomi juga menjadi langkah untuk menjaga pemulihan ekonomi dari dampak pandemi. Transformasi juga menjadi pijakan bagi ekonomi RI untuk melompat lebih jauh lagi ketika krisis covid-19 berakhir.

    "Kita ingin reformasi terus kita lakukan, bahkan selama periode kita menangani pandemi. Hal ini agar ketika keluar dari pandemi ini, nanti kita itu siap untuk melangkah dan lompat maju ke depan," ujar Suahasil dalam media briefing UU Cipta Kerja terkait Bidang Perpajakan secara virtual di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020.

    Suahasil menjelaskan, langkah menciptakan transformasi ekonomi dilakukan dengan melihat komposisi perekonomian nasional, utamanya konsumsi, investasi, dan pengeluaran pemerintah. Pada saat pandemi seperti ini, pengeluaran pemerintah menjadi tumpuan dalam menjaga ancaman pelemahan perekonomian.

    "Namun setelah pandemi ini berakhir dan nanti kondisi ekonomi itu bergerak lalu perekonomian itu mulai maju, maka kita mengharapkan konsumsi akan pick up, investasi juga seyogianya juga pick up, dan itu akan membentuk perekonomian Indonesia," urainya.

    Pemerintah sebenarnya sempat tertatih mewujudkan Indonesia menjadi negara maju di tengah anjloknya perekonomian nasional dan global. Pasalnya ketika pandemi mulai masuk Indonesia pada Februari dan Maret, perekonomian Indonesia mengalami perubahan cukup besar.

    "Namun demikian, kita tetap di dalam path (jalur) karena kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, Indonesia menjadi negara maju," tegas Suahasil.

    Pada Juli 2020 lalu, Bank Dunia mencap Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas. Pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) RI pada saat dipublikasikan itu mengalami kenaikan, dari sebelumnya USD3.840 per kapita menjadi USD4.050 per kapita.

    Berdasarkan klasifikasi Bank Dunia, negara yang masuk kategori negara berpendapatan menengah atas memiliki pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) antara USD4.046 hingga USD12.535 per tahun. Sementara kelompok negara berpendapatan menengah bawah memiliki GNI per kapita antara USD1.036 sampai USD4.045.

    Untuk negara yang masuk dalam kelompok pendapatan rendah memiliki GNI per kapita di bawah USD1.035. Sedangkan negara dengan ekonomi berpenghasilan tinggi memiliki GNI per kapita sebesar USD12.536 atau lebih. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id