Kelas Menengah dan Atas Tahan Belanja Bikin Inflasi 2020 Jadi yang Terendah

    Husen Miftahudin - 05 Januari 2021 16:30 WIB
    Kelas Menengah dan Atas Tahan Belanja Bikin Inflasi 2020 Jadi yang Terendah
    Belanja Kelas Menengah Atas. Foto : MI/Yuniar.


    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2020 tercatat sebesar 1,68 persen (yoy). Angka tersebut menjadi yang terendah sejak BPS merilis data inflasi pada 2003.

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan, rendahnya tingkat inflasi sepanjang 2020 disebabkan oleh meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia.




    Kehadiran pandemi itu membuat pemerintah langsung mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas sosial untuk menekan angka penularan. Kondisi ini membuat masyarakat kelas menengah dan atas menahan belanja yang menyebabkan tingkat permintaan anjlok.

    "Mobilitas terbatas dan persepsi risiko meningkat membuat kelas menengah dan atas cenderung mengerem pembelian dan saving (ditabung) ke bank," ujar Bhima kepada Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.

    Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyampaikan bahwa inflasi pada 2020 sebesar 1,68 persen merupakan yang terendah sejak angka ini pertama kali dirilis. Pelemahan inflasi tak lepas akibat penurunan daya beli masyarakat yang tertekan selama pandemi covid-19.

    "Jadi ini memang terendah angkanya sejak BPS merilis angka inflasi kita," tutur dia.

    Menurut komponennya, inflasi selama 2020 disumbang oleh harga bergejolak sebesar 0,36 persen, harga yang diatur pemerintah 0,06 persen, dan inflasi inti yang menggambarkan daya beli masyarakat 0,03 persen.

    "Kalau dilihat tingkat inflasi inti 2020 year on year menunjukkan bahwa terjadi penurunan sejak Agustus, bahkan Juli sebesar 2,07 persen, kemudian Desember 1,60 persen," jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto.

    Ia menambahkan inflasi inti memang mulai positif dengan mencatat inflasi 0,05 persen pada Desember tahun lalu. Hal ini menjadi sinyal positif setelah dalam beberapa bulan sebelumnya, inflasi inti selalu mencatatkan tren penurunan.

    Meski begitu, Setianto belum bisa memastikan apakah daya beli masyarakat menunjukkan perbaikan pada akhir 2020. Menurut dia, ada beberapa komponen lain yang juga bisa digunakan untuk menggambarkan daya beli masyarakat.

    "Apakah pasti menunjukkan daya beli membaik? Perlu dilengkapi dengan tingkat konsumsi rumah tangga, kemudian geliat demand di pasar. Namun secara umum bisa kita berharap bahwa daya beli masyarakat akan terus membaik di masa yang akan datang," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id