UMKM, Pahlawan yang Terluka di Tengah Pandemi Covid-19

    Medcom - 09 September 2020 13:56 WIB
    UMKM, Pahlawan yang Terluka di Tengah Pandemi Covid-19
    Perajin menyusun bunga hias di Galeri pembuatan tanaman hias dari plastik, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2020). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
    Jakarta: Pada krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1998, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tampil sebagai pahlawan. Macam semut, rumus 'sedikit tapi banyak' ternyata mampu membawa UMKM sebagai penyelamat ekonomi Indonesia kala itu.

    Kisah kepahlawanan itu nampaknya berpeluang besar terulang sekarang. Indonesia saat ini sudah berada di tubir jurang resesi akibat pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19). 

    Jika September ini ekonomi Indonesia kembali terkontraksi, lengkap sudah julukan resesi disematkan. Lagi-lagi, pemerintah berharap besar pada UMKM. Walaupun toh tetap dikategorikan resesi, UMKM diharapkan dapat menjadi peredam agar resesi tak semakin dalam.

    Jumlah tenaga kerja yang disokong UMKM teramat besar, yakni 116,9 juta berdasarkan data Kementerian Perekonomian dan UKM pada 2018. Artinya, UMKM mampu menyumbang 96,99 persen dari total tenaga kerja. Sektor UMKM juga menyebar di 98,8 persen total unit usaha.

    UMKM juga pantas jemawa karena memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Jangan heran jika pemerintah mengalokasikan Rp123 triliun untuk UMKM dalam skema pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat covid-19. Per 3 Agustus lalu, dana yang sudah terserap sebanyak Rp36,6 triliun atau 29,6 persen.

    Dana ratusan triliun itu disebar dalam varian program, meliputi subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), restrukturisasi kredit, insentif pajak, dan bantuan langsung tunai Rp2,4 juta bagi pekerja. Proyek BUMN di bawah Rp 14 miliar juga diserahkan ke UMKM per Agustus 2020.

    Tak hanya itu, Kementerian Koperasi & UKM juga menggandeng Kementerian BUMN membuat program Pasar Digital (PaDI) UMKM. Program ini adalah upaya pemerintah menciptakan ekosistem platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN.

    Ekonom senior dan pendiri Core Indonesia Hendri Saparini optimistis UMKM sangat bisa beradaptasi seperti filosofi pohon bambu. Bisa melenting ke mana pun angin kencang bertiup.

    UMKM akan dengan mudah bermanuver ke jenis usaha yang lebih diminati pasar agar bisa bertahan hidup. Kondisi tersebut berbeda dengan perusahaan besar yang sulit mengubah lini produksi dalam waktu singkat.

    "Setelah enam bulan ini, UMKM sudah bisa melihat tren dan peluang yang ada. Kemudian, melakukan shifting atau perubahan jenis bisnis mereka," ungkapnya.
    UMKM, Pahlawan yang Terluka di Tengah Pandemi Covid-19

    Bahaya nostalgia

    Komite Pengembangan Jaringan Usaha Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Handito Joewono enggan terlalu bernostalgia dengan kisah manis UMKM di masa krisis 1998. Krisis akibat pandemi saat ini, kata dia, punya wujud yang berbeda.

    Menurutnya, UMKM akan oleng juga diterpa wabah yang hingga delapan bulan terakhir ini belum juga bisa tertangani. Untuk itu, ia menyarankan pemerintah untuk memberikan panggung bagi UMKM agar menjadi aktor utama.

    "Taiwan dan Tiongkok bisa jadi contoh kecil bagaimana UMKM ini menjadi bintang. UMKM itu jangan hanya jadi komoditas politik dan jangan dijadikan sejarah yang diingat kalau sudah lewat. UMKM harus dijadikan masa depan perekonomian Indonesia," papar Handito.

    Apakah UMKM benar-benar bisa mengulang kesuksesan menyelamatkan ekonomi Indonesia yang tengah di ambang resesi? Atau justru tengah terluka karena daya beli masyarakat yang tak kunjung membaik? Rangkaian tulisan yang diinisiasi Media Group News ini berupaya memotret fenomena tersebut.

    Tulisan hasil kerja bareng Media Indonesia, Metro TV, dan Medcom.id ini berupaya memberi informasi seperti apa kondisi terkini UMKM di masa pandemi. Apakah benar mereka masih bisa bertahan dan beradaptasi di masa pandemi?

    Berikut sajian kami:
    1. Stimulus Dana Hibah UMKM Bawa Efek Berantai
    2. Syarat Menjadikan UMKM Pahlawan Ekonomi di Masa Pandemi
    3. UMKM Harus Jadi Bintang Ekonomi Indonesia
    4. Resistensi UMKM Ciptakan Efek Domino di Tengah Pandemi Covid-19
    5. UMKM Bertahan di Saat Orang Tengah Rebahan
    6. Lewat UMKM, Banting Setir Bikin Tajir
    7. Beda dengan Krisis 1998, UMKM Berdarah-darah di Masa Pandemi Covid-19
    8. Angka Mentereng UMKM (Grafis)

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id