Syarat Terbang ke Jakarta Dipermudah

    Suci Sedya Utami - 21 Juli 2020 06:37 WIB
    Syarat Terbang ke Jakarta Dipermudah
    Foto: dok MI.
    Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan saat ini penerbangan melalui Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma tidak lagi memerlukan pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.

    Hal ini menyusul keputusan Pemprov DKI Jakarta yang sudah tidak memberlakukan lagi SIKM dan menggantinya dengan pemeriksaan Corona Likelihood Metric (CLM). Namun demikian untuk pemeriksaan CLM saat ini belum bisa dilakukan di Soekarno-Hatta.

    Direktur Operasi dan Servis AP II Muhamad Wasid mengatakan saat ini pemeriksaan yang dilakukan terhadap traveler yang mendarat di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma hanya terkait Health Alert Card (HAC) atau electronic Health Alert Card (e-HAC), serta pengukuran suhu tubuh melalui thermal scanner.

    "Sudah tidak ada lagi pemeriksaan SIKM, namun tetap dilakukan pemeriksaan HAC atau e-HAC, dan pengukuran suhu tubuh bagi penumpang yang tiba," ujar Wasid dalam keterangan resmi, Selasa, 21 Juli 2020.

    Adapun untuk HAC atau e-HAC diisi oleh penumpang sebelum melakukan perjalanan atau saat memproses keberangkatan di bandara keberangkatan. Serta dilakukan pemeriksaan HAC di bandara tujuan. Saat memproses keberangkatan, penumpang juga menjalani protokol pemeriksaan identitas diri dan pemeriksaan surat hasil rapid test atau PCR test.

    Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Nomor 9 Tahun 2020, surat keterangan uji tes PCR dan rapid test kini berlaku 14 hari dari pada saat keberangkatan, dari sebelumnya tiga hari untuk rapid test dan tujuh hari untuk PCR.

    Secara umum, proses keberangkatan kini lebih sederhana karena dokumen yang dipersyaratkan hanya identitas diri serta surat hasil rapid test atau PCR test. Ini berbeda dari sebelumnya yang mensyaratkan berbagai dokumen seperti misalnya surat keterangan perjalanan dan sebagainya.

    Menyusul hal tersebut, penumpang kini cukup tiba di bandara dua jam sebelum keberangkatan pesawat karena proses pengecekan dokumen yang lebih sederhana di bandara.

    "Dihapuskannya SIKM, pengecekan dokumen yang lebih sederhana, dan masa berlaku yang lebih panjang untuk rapid test dan PCR test bisa membuat traveler lebih fleksibel dalam mengatur jadwal penerbangan. Di sisi lain, protokol yang mengedepankan aspek kesehatan tetap dilakukan secara ketat oleh stakeholder di bandara," jelas Wasid.

    Wasid menambahkan AP II dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen untuk menciptakan bandara yang aman (safe airport), bandara yang sehat (healthy airport), dan bandara yang higienis (hygiene airport) untuk mencegah penyebaran covid-19.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id