Pemerintah Diminta Kembangkan Pelabuhan Feeder Maksimalkan Tol Laut

    Antara - 09 Juli 2020 12:05 WIB
    Pemerintah Diminta Kembangkan Pelabuhan <i>Feeder</i> Maksimalkan Tol Laut
    Foto: dok MI/Ramdani.



    Jakarta: Pemerintah diminta untuk mengembangkan pelabuhan pengumpan (feeder) dalam rangka memaksimalkan program tol laut sehingga dapat menekan disparitas harga. Hal itu menjadi penting dilakukan dengan harapan bisa berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia di masa-masa mendatang.

    "Selama ini distribusi ke lokasi terpencil cukup susah dan itu membuat biaya operasional program tol laut tinggi. Maka itu, pelabuhan feeder harus dikembangkan untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak bisa dilalui kapal besar," ujar Pengamat Transportasi Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 9 Juli 2020.

     



    Dengan demikian, akan terbangun konektivitas yang menjamin kelancaran arus barang. Bentuk dan ukuran kapal juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. "Jangan sampai barang dari kapal besar untuk wilayah ke ukuran relatif kecil, seperti sungai tidak terjangkau," ucapnya.

    Menurut dia pengembangan pelabuhan feeder tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, perlu peran pemerintah daerah dan swasta. Adapun sejak diluncurkan pada akhir 2015, jumlah trayek tol laut sudah sebanyak 26 trayek pada 2020. Dari jumlah rute itu, tujuh rute dilayani oleh pelayaran swasta nasional.

    "Dermaga utama sudah cukup, itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pemda, dan swasta dapat mengambil peran pelabuhan feeder. Perlu banyak pihak, tidak bisa sendirian untuk memaksimalkan tol laut untuk mengatasi disparitas harga," katanya.

    Secara terpisah, Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi mengungkapkan pihaknya sebagai perusahaan swasta ingin berkolaborasi dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mencapai program-program pemerintah, termasuk program Tol Laut.

    "Kami tidak ingin menjadi kompetitor, kami ingin kolaborasi untuk membantu pencapaian-pencapaian program pemerintah, kita bisa berpartisipasi," kata Widodo.

    Untuk itu, ia mengatakan, pemerintah agar lebih memberikan peluang seluas-luasnya kepada swasta untuk terlibat, terutama Proyek Startegis Nasional (PSN). "Karena membangun negara itu tugas warga negara tanpa kecuali," katanya.

    Tekait program Tol Laut, Widodo menilai, program tersebut merupakan upaya untuk menurunkan biaya logistik yang saat ini masih di posisi 25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

    "Program tol sangat baik kalau kita lihat programnya Pak Jokowi untuk mendukung bagaimana biaya logistik bisa diturunkan. Dari sisi pengusaha, salah satu cara program tol laut bagaimana sarana dan sarana termasuk operator yang meng-handle tol laut ini bisa ditingkatkan, terutama daerah-daerah terpencil," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id