Platform Streaming Blockchain AS Perluas Pasar di Indonesia

    Husen Miftahudin - 07 Juli 2020 10:30 WIB
    Platform <i>Streaming Blockchain</i> AS Perluas Pasar di Indonesia
    Ilustrasi aset kripto - - Foto: Medcom
    Jakarta: Thetalabs (Theta), platform streaming asal San Jose, California, Amerika Serikat (AS) memperluas pasarnya di Indonesia dengan menggandeng Indodax, Indonesia startup bitcoin, blockchain, dan perdagangan aset kripto. Theta merupakan platform streaming terdesentralisasi yang menggunakan sistem blockchain.

    Perusahaan ini menggunakan Theta Fuel (tFuel) sebagai token atau aset kripto dalam bertransaksi. Token ini juga bisa menjadi komoditas yang dapat dibeli di Indodax.

    CEO Thetalabs Mitch mengatakan Theta adalah jaringan pengiriman video terdesentralisasi yang didukung oleh pengguna dan berjalan pada blockchain khusus pada jaringan Theta. Pengguna dapat memperoleh hadiah token karena menggunakan kelebihan bandwidth mereka untuk berbagai video dengan pengguna lain di dekatnya.

    "Kami telah mengembangkan jaringan pengiriman video kami dan mengimplementasikan kemitraan teknologi kami dengan platform video. Karena itu, Indonesia adalah pasar yang sangat menarik bagi kami dan kami sangat senang memperkenalkan Theta Network kepada penyedia layanan lokal," ujar Mitch dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.

    Mitch meyakini pertumbuhan video streaming seperti gim akan terus meningkat. Dari riset S&P Global Market Intelligence, langganan video OTT Indonesia yang berbayar menembus sekitar 36,4 persen rumah tangga broadband pada 2018. Ini diharapkan tumbuh 16,4 persen selama lima tahun ke depan.


    Menurut peneliti lain, pendapatan di segmen Video-on-Demand diproyeksikan mencapai USD304 juta pada 2020 dan ini diharapkan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2020-2024) sebesar 9,6 persen dengan menghasilkan volume pasar yang diproyeksikan mencapai USD439 juta pada 2024.

    "Dengan ukuran pasar konten video besar Indonesia, Theta ingin memasuki pasar Indonesia dan bekerja sama dengan penyedia konten video lokal untuk membangun jaringan Theta yang terdesentralisasi," urai dia.

    Menurutnya, upaya Theta menggandeng Indodax merupakan langkah tepat dalam meraup pangsa pasar di Indonesia yang memiliki populasi aset kripto paling aktif. Saat ini Theta sudah memiliki beberapa Theta Guardian Nodes (server blockchain Theta) yang tersebar di Indonesia.

    "Dengan terdaftarnya kami di Indodax, kami ingin meningkatkan kesadaran protokol Theta dan terus meningkatkan komunitas kami dan menambahkan lebih banyak Guardian Nodes untuk sepenuhnya mendesentralisasikan protokol kami," jelas Mitch.

    Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan bahwa pihaknya akan selalu berusaha menghadirkan dan mendukung pengembangan infrastruktur blockchain di Indonesia.

    "Theta adalah salah satu blockchain yang menurut kami cukup berpotensi di masa depan, khususnya melihat dari daftar partner korporasi dari Theta sendiri, mulai dari Samsung, CJ Hello, dan Google. Saya kira hingga sekarang tidak banyak protokol blockchain yang mempunyai kekuatan partnership di dunia korporasi sebesar Theta," tutup Oscar.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id