Genjot Pemanfaatan Gas Bumi, PGN Kolaborasi dengan Kawasan Industri BUMN

    Annisa ayu artanti - 28 Mei 2021 10:15 WIB
    Genjot Pemanfaatan Gas Bumi, PGN Kolaborasi dengan Kawasan Industri BUMN
    Ilustrasi pipa gas PGN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.



    Yogyakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mendorong daya saing industri agar dapat menumbuhkan ekonomi nasional serta meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional.

    Hal itu sesuai dengan arahan Kementerian BUMN, PGN sebagai pemasok gas bumi menyediakan dan berkolaborasi dengan Kawasan Industri (KI) BUMN untuk menyediakan kebutuhan energi yang ramah lingkungan dan mendukung daya saing produk dengan efisiensi gas bumi.

     



    Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto mengungkapkan PGN akan mendukung pengembangan Kawasan Industri Baru sesuai RPJM 2020-2024 di luar Pulau Jawa. Dengan portofolio pasokan terkontrak dengan pemasok di hulu ±1.000 BBTUD, PGN diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi di kawasan industri.

    "Target PGN dalam jangka pendek adalah segera melaksanakan joint study bersama dengan pengelola Kawasan Industri untuk memetakan potensi kebutuhan gas bumi beserta moda transportasinya di Kawasan Industri. Saat ini Indonesia juga sudah memasuki era LNG, sehingga infrastruktur pendukung seperti virtual pipeline dapat dibangun untuk menjangkau wilayah Indonesia Timur secara lebih luas," ujar Haryo dalam Rakor Bersama Kawasan Industri BUMN dikutip Jumat, 28 Mei 2021.

    Ia menjelaskan, kolaborasi dengan kawasan industri BUMN juga sejalan dengan target Kemenperin untuk terciptanya 156 kawasan industri dengan jumlah lahan 65 ribu hektare (ha) industri hingga akhir 2021.

    Per Juni 2020, terdapat 118 kawasan industri di Indonesia dengan lahan sekitar 51.861 ha. Secara keseluruhan, PGN telah menyalurkan gas bumi kepada 75 Kawasan Industri di Indonesia.

    Adapun rinciannya, Sumatra sebanyak 14 kawasan industri, Jawa Barat sebanyak 42 kawasan industri, dan Jateng serta Jatim 19 kawasan industri. Jumlah pelanggan industri yang dilayani saat ini sebanyak 636 Industri dengan volume sebesar 236 BBTUD.

    Lebih lanjut, Haryo memaparkan, beberapa sektor industri yang menyerap volume besar adalah petrokimia, industri logam dan baja, keramik, kaca/glassware, pulp & paper, dan tekstil hulu.

    Belum lama ini, PGN juga telah menandatangani pokok-pokok perjanjian (HOA) penyediaan pasokan gas dan infrastruktur pendukungnya dengan KI Kendal dengan estimasi kebutuhan gas sebesar 37 BBTUD dan KIT Batang sebesar 10 BBTUD.

    "PGN terus mendorong agar kerjasama dengan kawasan industri dapat segera terealisasi, khususnya di kawasan industri di wilayah Indonesia Timur. Mengingat sampai saat ini, kawasan industri di Indonesia masih dominan di wilayah Indonesia Bagian Barat," ujarnya.

    Di samping itu, Haryo juga menjelaskan, PGN juga mendukung upaya menuju Eco-Industrial Park/Estate dengan aspek lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola perusahaan (governance) pada kawasan industri. Diharapkan kerja sama ini dapat meningkatkan daya saing kawasan.

    Dengan begitu dapat membuat nilai perusahaan menjadi naik secara signifikan dalam jangka panjang, serta meningkatkan kemungkinan insentif yang diberikan Lender dengan biaya rendah.

    "PGN akan menggunakan parameter-parameter kunci komersial yang tepat dalam kolaborasi antara PGN dan pengelola Kawasan Industri sehingga menguntungkan kedua belah pihak. Di sisi lain tetap memperhatikan faktor teknis yang tepat dalam pengembangan infrastruktur gasnya agar pemanfaatan gas bumi dapat benar-benar meningkatkan daya saing industri guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id