Gubernur BI Sebut Inflasi Rendah karena Permintaan Belum Meningkat

    Husen Miftahudin - 15 Juni 2021 09:27 WIB
    Gubernur BI Sebut Inflasi Rendah karena Permintaan Belum Meningkat
    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Medcom.id.



    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan stabilitas moneter dari bidang inflasi saat ini relatif cukup baik. Meskipun demikian, inflasi yang rendah ini menjadi pertanda bahwa permintaan masih belum meningkat.

    "Secara keseluruhan, stabilitas moneter dari bidang inflasi cukup baik. Meskipun kami juga sama dengan pandangan pimpinan Komisi XI bahwa inflasi yang rendah ini juga menunjukkan kenapa permintaan itu belum meningkat," ujar Perry saat Raker bersama Komisi XI DPR dikutip Selasa, 15 Juni 2021.

     



    Namun, Namun, Bos BI ini kembali menambahkan bahwa inflasi yang rendah dan terkendali juga menjadi bukti konsistensi bank sentral dalam mengarahkan ekspektasi inflasi. Hal tersebut juga sebagai bagian dari upaya Bank Indonesia dalam menstabilisasi nilai tukar.

    Inflasi yang rendah juga sebagai tanda bahwa pasokan memadai memenuhi permintaan dan eratnya koordinasi pengendalian inflasi antara bank sentral dan pemerintah lewat Tim Pengendalian Inflasi (TPI) baik pusat maupun daerah.

    "Jadi bagian yang pertama untuk stabilitas eksternalnya itu terjaga, tapi ke depannya perlu kewaspadaan dan akan terus kita lakukan karena globalnya," sebut dia.

    Perry bilang, kondisi global utamanya dari ekonomi Amerika Serikat (AS) meningkat sangat cepat karena keberhasilan vaksinasi. Namun kondisi ini berdampak pada inflasi yang terjadi di domestik Negeri Paman Sam tersebut.

    Di sisi lain, stimulus yang digelontorkan Pemerintah AS yang besar justru menyebabkan kenaikan imbal hasil atau yield US Treasury sebesar 1,6 persen. Padahal sebelumnya, yield US Treasury berkisar antara 1,2 persen sampai 1,3 persen.

    "Kondisi itu berdampak pada stabilitas eksternal kita karena terjadi outflow dan terjadi kenaikan tekanan nilai tukar rupiah dan juga kenaikan yield dari Surat Berharga Negara (SBN) kita," pungkas Perry.

    Pada Mei 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga komoditas mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Dengan perkembangan ini, maka inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,90 persen (ytd), sedangkan inflasi secara tahunan 1,68 persen (yoy).


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id