Sri Mulyani Berharap Pemulihan Ekonomi Berjalan Tidak Terhenti oleh Peningkatan Kasus Covid

    Annisa ayu artanti - 15 Juni 2021 16:20 WIB
    Sri Mulyani Berharap Pemulihan Ekonomi Berjalan Tidak Terhenti oleh Peningkatan Kasus Covid
    Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom/Eko.



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pemulihan ekonomi dan kesehatan fiskal tetap berjalan dan tidak terhenti karena perkembangan kasus covid-19 yang tengah mengalami peningkatan kasus. Hal itu ditekankannya lantara saat ini pemulihan ekonomi dan fiskal sudah on track.

    "Ini fiskalnya sudah on track, ekonomi sudah on track, semoga covid-nya juga bisa terkendali. Sehingga skenario untuk pemulihan ekonomi dan pemulihan kesehatan fiskal bisa berjalan dan tidak di stop, tidak diinterupsi, tidak didistrupsikan oleh covid," katanya dalam Webinar Kebijakan Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19, Selasa, 15 Juni 2021.

     



    Sri Mulyani menjelaskan, meski pandemi covid-19 belum selesai, pemulihan ekonomi tengah berlangsung. Pemulihan ekonomi tergambarkan dari penerima negara yang menunjukan tren positif hingga akhir April lalu.

    Pada akhir April 2021, secara total penerimaan negara tumbuh 6,5 persen secara year on year. Walaupun masih terkoreksi 0,5 persen, menurutnya, posisi tersebut sudah jauh membaik dibandingkan April 2020 yang terkoreksi hingga 3,5 persen.

    "Hal yang positif pada Mei ini yaitu pada April lalu, sampai akhir April, penerimaan negara kita sudah meningkat cukup baik," ucapnya.

    Selain itu, ia juga mengatakan, belanja negara juga tumbuh tinggi. Belanja tinggi oleh pemerintah dilakukan karena ingin melakukan percepatan konsumsi untuk mendukung pemulihan ekonomi.

    Ia juga mengungkapkan, pandemi covid-10 memang suatu kejadian luar biasa oleh karena itu pemerintah akan menggunakan APBN sebagai instrumen yang bekerja untuk menanganinya.

    Pada 2021 dan 2022 pemerintah akan fokus menggunakan APBN untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM), membangun infrastruktur, perbaikan birokrasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

    "Arah APBN kita tetap menjaga, membangun hal-hal yang sifatnya fundamental penting bagi perekonomian kita. Jadi di 2021 dan 2022 arahnya adalah reform dan pemulihan," pungkasnya. 

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id