Perkuat Ekspor, Phapros Ekspansi Bisnis ke Benua Amerika

    Angga Bratadharma - 26 November 2021 13:06 WIB
    Perkuat Ekspor, Phapros Ekspansi Bisnis ke Benua Amerika
    Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia



    Jakarta: PT Phapros Tbk gencar melakukan ekspansi meski masih pandemi covid-19. Salah satu ekspansi yang dilakukan adalah melakukan ekspor obat antituberkulosis ke Peru, Amerika Selatan, yang harapannya berdampak positif terhadap laju bisnis.

    Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko mengatakan penjajakan kerja sama ekspor Obat Anti Tuberkulosis (OAT) ini telah berlangsung sejak akhir tahun lalu dan memang ditujukan untuk program pemerintah negara setempat di 2021.

     



    Ia menambahkan terdapat hubungan yang baik antara Indonesia dengan Peru, di Phapros sebagai keluarga besar BUMN farmasi saat itu mengetahui kebutuhan yang besar atas produk OAT di Peru, termasuk upaya menekan prevalensi kasus penyakit tersebut di sana.

    "Sehingga, kami siap menjalin kerjasama dengan Peru di 2020 lalu untuk produk obat TBC yang juga merupakan salah satu produk unggulan hasil pengembangan sendiri. Kerja sama di 2020 tersebut kemudian diwujudkan melalui ekspor kami ke Peru di hari ini," ujar Hadi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 November 2021.

    Menurut World Health Organisation (WHO), prevalensi kasus TBC di Peru merupakan yang tertinggi di wilayah Amerika. Tingkat keberhasilan pengobatannya cenderung lambat hanya sekitar 1,5 persen per tahun di mana angka tersebut perlu ditingkatkan hingga 4-5 persen untuk mengakhiri epidemi TBC dan penyakit menular lainnya di 2030.

    Hadi menuturkan bahwa Peru memiliki beberapa perusahaan farmasi lokal, namun di antara mereka belum ada yang bisa memproduksi obat TBC, sehingga ekspor ini juga merupakan salah satu pencapaian Phapros di 2021. Adapun saat ini total nilai ekspor ke Peru di 2021 baru di bawah Rp10 miliar.

    "Namun di masa depan kami optimistis nilainya bisa lebih besar seiring adanya proyek tender pemerintah negara setempat maupun negara lain di sekitarnya. Dengan upaya peningkatan ekspor ini, dalam beberapa tahun ke depan kami juga menargetkan kontribusi ekspor bisa di bawah 10 persen dari total revenue kami," tukasnya.

    Sebelumnya pada 2020, Phapros melalui anak usahanya, PT Lucas Djaja Group juga telah melakukan ekspor ke Afghanistan dan Kamboja dengan mengirim beberapa jenis obat seperti antibiotik jenis amoxicillin, obat resep kortikosteroid jenis dexamethasone, dan obat untuk sakit maag.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id