Menperin Minta Pejabat Baru Akselerasi Program Substitusi Impor 35%

    Husen Miftahudin - 07 Mei 2021 23:21 WIB
    Menperin Minta Pejabat Baru Akselerasi Program Substitusi Impor 35%
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melantik 9 pejabat baru - - Foto: dok Kemenperin



    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasmita melantik sembilan pejabat tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Dalam pelantikannya, ia meminta para pejabat mengakselerasi pencapaian program substitusi impor 35 persen pada 2022.

    "Beberapa langkah utama tengah dilakukan, antara lain menurunkan nilai impor melalui substitusi barang-barang baku dan input yang selama ini diimpor menjadi diproduksi di dalam negeri. Kemenperin juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendorong peningkatan utilisasi sektor industri," ujar Agus dalam siaran persnya, Jumat, 7 Mei 2021.

     



    Agus menyebutkan, ada tujuh program yang dijalankan dalam mengakselerasi program substitusi impor dan mendorong percepatan pertumbuhan industri pada 2021. Antara lain program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), kebijakan harga gas, program hilirisasi mineral.

    Kemudian pengembangan kawasan industri, program pengembangan digital capability center, program pengembangan vokasi industri, program pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM), dan program Bangga Buatan Indonesia (BBI).

    Kepada para pejabat yang dilantik, Agus juga berpesan agar mereka mampu mengoptimalkan penyerapan anggaran. Ia menargetkan Kemenperin bisa berkontribusi tinggi untuk mendorong belanja pemerintah.

    Ia menginstruksikan para pejabat mendorong optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada setiap produk industri nasional, mendukung produktivitas bagi sektor pembuat komponennya. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk menaikkan nilai TKDN menjadi 50 persen pada 2024.

    "Saya berharap agar semua pejabat Kemenperin mindset-nya harus mendukung TKDN," tegasnya.

    Ia juga meminta kepada para pejabat yang dilantik untuk terus mendorong percepatan penerapan teknologi industri 4.0. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan peta jalan Making Indonesia 4.0 dengan sasaran utama menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

    Ada tiga aspirasi utamanya, yaitu 10 persen kontribusi ekspor netto terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dua kali peningkatan produktivitas terhadap biaya, dan dua persen pengeluaran penelitian dan pengembangan terhadap PDB.

    "Oleh karena itu, berkaitan dengan industri 4.0, Kemenperin harus mengikuti perkembangan teknologi, harus satu langkah lebih cepat," ucap Agus.

    Selain itu,  Agus menegaskan agar pejabat baru selalu menjunjung pakta integritas pada masing-masing wilayah kerja, sehingga mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. Kemenperin hingga saat ini telah menerima opini WTP sebanyak dua belas kali berturut- turut sejak 2008.

    Adapun sembilan pejabat yang dilantik adalah Nila Kumalasari sebagai Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri; Mohammad Ari Kurnia Taufik sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro; Riefky Yuswandi sebagai Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan Furnitur dan Bahan Bangunan pada Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKMA) Kemenperin; dan Wulan Sri Aprilianti Permatasari sebagai Inspektur I pada Inspektorat Jenderal Kemenperin.

    Kemudian Abdulah sebagai Inspektur III pada Inspektorat Jenderal Kemenperin; Heru Kustanto sebagai Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri pada Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI); Cahyadi sebagai Kepala Balai Besar Tekstil Kemenperin; Emmy Suryandari sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Kemenperin; serta Setia Diarta Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Kemenperin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id