Menteri BUMN: Bio Farma Bisa Produksi Vaksin di Luar Inactivated Virus

    Husen Miftahudin - 23 Februari 2021 14:16 WIB
    Menteri BUMN: Bio Farma Bisa Produksi Vaksin di Luar <i>Inactivated</i> Virus
    Ilustrasi vaksin produksi Bio Farma



    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) kini telah meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi vaksin covid-19. Dari segi kapabilitas produksi, perusahaan farmasi milik negara ini mampu memproduksi vaksin di luar platform inactivated virus atau virus yang dimatikan.

    "Bio farma selama ini hanya bisa memproduksi vaksin covid-19 untuk virus yang dimatikan, sekarang kita bisa melakukannya dengan platform-platform lain," ungkap Erick dalam seminar virtual The Indonesia 2021 Summit: The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Medcom.id, Selasa, 23 Februari 2021.




    Platform inactivated virus adalah pengembangan vaksin dengan menggunakan virus yang sudah dimatikan. Dalam hal ini, maka Bio Farma berhasil mensejajarkan produk vaksinnya dengan perusahaan farmasi berkelas dunia.

    "Saat ini bisa kembangkan platform-platform lain seperti mRNA yang dilakukan oleh Pfizer dan Moderna atau juga viral vector yang dilakukan oleh AstraZeneca atau protein rekombinan seperti Novavax," ungkapnya.

    Dengan peningkatan kapabilitas produksi ini, maka vaksin covid-19 milik Bio Farma telah berstandar internasional. "Kita juga bisa standar internasional dalam memproduksi vaksin sendiri sehingga bisa mempercepat pelaksanaan vaksin Gotong Royong," tutur dia.

    Dari sisi kapasitas, kini Bio Farma mampu memproduksi 250 juta dosis vaksin covid-19 per tahun. Angka ini meningkat drastis dari yang sebelumnya hanya mampu memproduksi sebanyak 100 juta dosis vaksin per tahun.

    "Alhamdulillah kita sekarang sudah punya lab produksi 250 juta khusus untuk vaksin covid-19 yang juga sudah melalui due diligence internasional yang kemarin certified daripada hasil due diligence-nya," ungkap Erick.

    Selain memastikan suplai vaksin, lanjut Erick, pemerintah juga terus memastikan ketersediaan kapasitas pendukung vaksinasi lainnya, seperti cold chain dan cold storage.

    "Kita tentu mengupayakan, mempercepat peningkatan suplai vaksin, lalu juga meningkatkan kapasitas vaksin termasuk juga cold storage. Kami di Bio Farma juga terus meningkatkan produksi," pungkas Erick.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id