Penerapan K3 Jadi Jaminan bagi Produksi Migas Berkelanjutan

    Suci Sedya Utami - 12 Oktober 2020 17:13 WIB
    Penerapan K3 Jadi Jaminan bagi Produksi Migas Berkelanjutan
    Ilustrasi kilang minyak. Foto: Antara/Yudhi Mahatma
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terkait penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dari Kementerian Tenaga Kerja.

    Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan keselamatan, kesehatan, dan keamanan (K3) menjadi prioritas dalam industri hulu migas. Ia bilang SKK Migas terus membina dan mengawasi implementasi K3 yang dilakukan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

    "Pelaksanaan K3 yang baik akan memberikan jaminan produksi migas yang aman dan berkelanjutan. Kita patut bersyukur, tingkat pelaksanaan K3 di Indonesia lebih baik dari rata-rata dunia. Capaian ini harus kita pertahankan bersama," kata Julius dalam keterangan resmi, Senin, 12 Oktober 2020.

    General Manager PHM Agus Amperianto mengatakan penerapan SMK3 dilandasi oleh kesadaran PHM sebagai perusahaan minyak dan gas yang memiliki risiko yang tinggi dalam kegiatan operasionalnya. Sehingga penerapan SMK3 menjadi hal utama yang dilakukan PHM.

    "Penerapan prinsip-prinsip sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja akan melindungi seluruh pekerja untuk melaksanakan tugasnya dengan aman dan sehat," tutur Agus.

    Dalam penghargaan yang diterima tersebut, PHM mendapatkan nilai 96,98 persen dan berada pada kategori Satisfactory/Golden Flag. Penghargaan SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan dalam pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.

    Selain penghargaan SMK3, PHM juga menerima penghargaan nihil kecelakaan (Zero Accident Award) untuk 6 lapangan di WK Mahakam: Bekapai (BKP), Handil Central Processing Area (HCA), Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS), North Processing Unit (NPU), Central Processing Unit (CPU), dan South Processing Unit (SPU) termasuk juga Balikpapan Base.

    Hingga 7 Oktober 2020, PHM telah mencapai 845 hari tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan hari kerja (lost time injury) atau setara dengan 70.779.246 jam kerja.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id