Restrukturisasi Utang PTPN Rampung

    Annisa ayu artanti - 19 April 2021 21:57 WIB
    Restrukturisasi Utang PTPN Rampung
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Restrukturisasi keuangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dipastikan sudah selesai. Restrukturisasi ini merupakan salah satu pembenahan yang dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Pemerintah telah meyakinkan lebih dari 50 kreditur dari dalam maupun luar negeri untuk merestukturisasi pinjaman dengan total fasilitas kredit yang mencapai ekuivalen Rp41 triliun.






    Restrukturisasi kredit berhasil disahkan dengan ditandatanganinya Intercreditor Agreement (ICA) dengan Seluruh Anggota Kreditur Sindikasi USD dan SMBC Singapore selaku Agen.

    Penandatanganan perjanjian amandemen tersebut merupakan bentuk aksesi atas Perjanjian Perubahan Induk atau Master Amendment Agreement (MAA) Transformasi Keuangan PTPN Group yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Perseroan dengan para kreditur dalam negeri secara bertahap sejak 29 Januari hingga 15 Maret 2021.

    Penandatanganan ICA dilakukan secara sirkuler dilakukan antara Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani dengan direksi dari 18 kreditur pinjaman sindikasi USD serta SMBC Singapore selaku Agen Fasilitas.

    Adapun fasilitas sindikasi USD dengan limit USD390,6 juta tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi kredit PTPN Grup yang nilainya mencapai Rp 5,3 triliun dengan utang perbankan mencapai Rp41 triliun.

    Ghani mengatakan, dukungan dan atensi Kementerian BUMN dinilai sangat penting dalam membantu BUMN dalam melakukan sejumlah langkah perbaikan dan restrukturisasi, terutama dengan kreditur.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kreditur perseroan serta dukungan pemerintah. Penandatangan Perjanjian Amandemen Perjanjian Pinjaman Sindikasi USD ini merupakan bentuk kepercayaan kreditur sindikasi USD dalam mendukung upaya transformasi PTPN Group sekaligus menandai terpenuhinya persyaratan pencairan dana investasi pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 19 April 2021.

    Ghani juga mengatakan, perusahaan akan segera melakukan sejumlah langkah korporasi guna meningkatkan performa perusahaan. Dia optimistis dengan restrukturisasi yang dilakukan akan menghasilkan optimalisasi kinerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

    "Selanjutnya perseroan akan fokus mengembangkan profil bisnis yang sehat dalam mendukung kinerja keuangan dan operasional yang berkelanjutan," ucapnya.

    Perseroan juga meyakini dapat memenuhi semua kewajiban yang tertuang dalam MAA melalui pelaksanaan berbagai program inisiatif yang akan dilakukan, terutama dalam hal operational excellence dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja serta meningkatkan EBITDA.

    Selain itu, sebagai tindak lanjut Holding PTPN Group akan memetakan proses bisnis dari seluruh anak usaha untuk memastikan setiap anak usaha menjalankan bisnis sesuai dengan core business masing-masing.

    Setelah itu, Holding PTPN akan melakukan sinergi masing-masing core business dalam ekosistem bisnis perkebunan yang sehat untuk meningkatkan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id