Cara Bapeten Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan Energi Nuklir

    Angga Bratadharma - 27 Oktober 2020 16:55 WIB
    Cara Bapeten Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan Energi Nuklir
    Plt Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Sumedi. FOTO: Bapeten
    Jakarta: Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) membentuk penilaian berbasis risiko yang menghasilkan suatu tingkat penilaian kuantitatif berupa indeks pengawasan yang disebut dengan Indeks Keselamatan dan Keamanan Nuklir (IKKN). Melalui IKKN diharapkan penggunaan nuklir bisa lebih aman dan nyaman.

    Bapeten adalah instansi pemerintah yang diamanatkan melaksanakan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir melalui pembuatan peraturan, pelayanan perizinan, dan pelaksanaan inspeksi. Tujuan pengawasannya adalah untuk terjaminnya kesejahteraan, keamanan, dan ketentraman masyarakat serta menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja dan anggota masyarakat.

    Dalam kerangka pengawasan tenaga nuklir yang efektif, pelaksanaannya harus dilakukan secara berimbang antara reward dan punishment untuk memberikan rasa keadilan, akuntabilitas, dan integritas kepada fasilitas yang memiliki sumber radiasi pengion yang termasuk dalam objek pengawasan Bapeten.

    "Maka dari itu Bapeten membuat penilaian berbasis risiko yang disebut dengan Indeks Keselamatan dan Keamanan Nuklir (IKKN)," kata Plt Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Sumedi, dalam konferensi pers virtual, Selasa, 27 Oktober 2020.

    IKKN merupakan indikator yang terukur sebagai gambaran mengenai status keselamatan dan keamanan fasilitas yang diperoleh melalui Laporan Hasil Inspeksi (LHI) dan Laporan Keselamatan Fasilitas (LKF). Indeks ini yang menjadi cerminan komitmen dan kepatuhan pihak fasilitas dalam melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklirnya secara selamat, aman, dan tenteram.

    "Kita kemudian menganugerahkan penghargaan kepada instansi/fasilitas dan pimpinan kepala daerah dalam bentuk Anugerah Bapeten yang direncanakan diserahkan langsung oleh Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional," kata Sumedi.

    Anugerah Bapeten yang diberikan kepada instansi didasarkan pada pertimbangan hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status kejadian kedaruratan nuklir di instansi tersebut menunjukkan kinerja keselamatan radiasi dan/atau keamanan sumber radioaktif yang sangat baik.

    "Bapeten akan terus mendorong setiap instansi untuk berkompetisi untuk mendapatkan Anugerah Bapeten," kata Deputi Perizinan dan Inspeksi Arifin Zainal.

    Di sisi lain, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia mendorong lembaga pengawas tenaga nuklir yakni Bapeten untuk terus mengawal perkembangan nuklir di Indonesia. Pengawasan ketat ditekankan agar penggunaan nuklir sesuai dengan ketentuan.

    Plt Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito mengajak Bapeten, para pemegang izin pengguna tenaga nuklir, dan pihak terkait untuk tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan. Pasalnya, penggunaan nuklir berkaitan erat dengan keamanan dan keselamatan para pekerja dan masyarakat, termasuk lingkungan hidup.

    "Sehingga dalam konteks pemanfaatan (tenaga nuklir) bagaimana ketentuan terhadap keselamatan dan keamanan terkait nuklir tidak boleh dilupakan dan harus diperhatikan. Ini menjadi tanggung jawab kita, terutama tim pengawas yang dalam hal ini Bapeten," pungkas Mego. 

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id