Rachmat Gobel: Koperasi Berperan Penting Sejahterakan Petani

    Medcom - 03 Mei 2021 12:00 WIB
    Rachmat Gobel: Koperasi Berperan Penting Sejahterakan Petani
    Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel saat menyerahkan bantuan ke petani Gorontalo. Foto: dok pribadi.



    Gorontalo: Para petani di Provinsi Gorontalo disarankan bisa bergabung dalam wadah koperasi, agar kehidupan dan kesejahteraannya lebih terjamin. Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengatakan, para petani lah yang sesungguhnya dapat mengangkat harkat derajat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

    Hal ini disampaikan Gobel usai menyerahkan bantuan benih jagung hibrida secara simbolis untuk 22 ribu hektare (ha) area lahan, kepada para petani di Bongomeme, Gorontalo, Minggu, 2 Mei 2021.






    "Koperasi ini (saya dirikan) sebagai bentuk perhatian dan pengabdian saya untuk membantu Bapak Ibu karena telah memberikan amanah kepada saya," ucap Gobel, dilansir dalam keterangan resminya, Senin, 3 Mei 2021.

    Koperasi tersebut didirikan Gobel guna membantu para petani, seperti untuk pengadaan pupuk dan bibit dan kemudian koperasi juga yang akan mengambil hasilnya. "Dengan menjadi anggota koperasi, maka koperasi juga akan menjamin pendapatan para anggotanya dan kalau ada untungnya, pasti hasilnya akan dibagi-bagi ke para petani," terang Gobel.

    Politikus Partai NasDem ini menambahkan, keberadaan koperasi dapat mengatur keuangan para petani. Koperasi juga bisa mengatur ketika ada petani membutuhkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tapi terkendala dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK).

    "Jadi saya berharap Bapak Ibu bisa menjadi bagian dari koperasi, supaya secara sistem saya bisa mengatur dan membantu para petani. Ini baru program awal. Ke depan saya ingin meningkatkan hasil pertanian, baik itu untuk lahan basah maupun kering. Supaya hasil panen bisa meningkat dua kali lipat dari yang ada sekarang, sehingga pendapatan para petani juga bisa meningkat dua kali lipat," tegasnya.

    Legislator Dapil Gorontalo ini mengungkapkan, untuk jangka menengah, pihaknya bersama Kementerian Pertanian (Kementan) sedang membahas pengolahan jagung dan beras.

    "Nanti akan ada mesin pengolahan yang sudah dipersiapkan dari Kementan yang akan segera dikirim ke Gorontalo. Prinsipnya, hasil pertanian maksimal lima jam harus segera dikeringkan. Kalau tidak, kualitas dan harganya jatuh. Karena itulah hasil beras kita kualitasnya selalu medium, tidak pernah naik ke premium," imbuhnya.

    Di sisi lain, Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) itu meminta, ke depannya para petani harus mulai membiasakan menggunakan pupuk nonsubsidi, karena menurutnya pupuk nonsubsidi dapat meningkatkan hasil pertanian.

    Gobel telah melakukan uji coba pertanian nonsubsidi di Gorontalo, Sumba, dan juga Jember. Hasilnya meningkat hingga dua kali lipat. "Mari kita mulai membiasakan menggunakan pupuk non subsidi, karena dalam jangka panjang kita akan bangun industrinya," tutup Gobel.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id