Poktan Magelang Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

    Gervin Nathaniel Purba - 06 Oktober 2020 13:11 WIB
    Poktan Magelang Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan
    Ilustrasi. (Foto: Dok. Kementan)
    Magelang: Tiga kelompok petani (poktan) Magelang mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan yang disalurkan melalui aspirasi Komisi IV DPR ini diberikan kepada tiga poktan.

    Ketiga poktan tersebut terdiri dari Poktan Ngudi Makmur, Kecamatan Magelang Utara; Poktan Tunas Jaya, Kecamatan Magelang Tengah; dan Poktan Makmur Selatan, Kelurahan Magelang Selatan, Jawa Tengah.

    Bantuan berupa satu unit cultivator, satu unit pompa air, lima unit hand spayer, dan satu unit mesin penanam padi (rice transplanter) untuk Poktan Ngudi Makmur, Kecamatan Magelang Utara. Untuk Poktan Tunas Jaya dan Makmur Selatan masing-masing berupa satu unit cultivator.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, penggunaan teknologi diharapkan mampu meningkatkan produksi padi pada beberapa tahun mendatang. Tidak hanya itu, produk pertanian Indonesia diupayakan bisa berorientasi ekspor.

    “Dengan teknologi, saya berharap tidak mendengar adanya penurunan produksi. Gunakanlah alat canggih yang ada supaya kita bisa ekspor. Kita harus serius dalam mengurus pertanian ini,” ujar Syahrul, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Level mekanisasi pertanian Indonesia terus meningkat dengan adanya bantuan alsintan dalam jumlah besar untuk para petani sejak akhir 2014. Jenis-jenis alsintan yang diberikan pemerintah adalah traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice tranplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, alat tanam jagung, backhoe loader, rotatanam, grain seeder, mist blower, dan penyiang gulma.

    “Yang biasa panen sekali, kini bisa menjadi dua kali. Yang biasanya dua kali, sekarang menjadi tiga kali dengan memanfaatkan alsintan,” ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy.

    Pengertian level mekanisasi pertanian adalah penggunaan daya alsintan terhadap luas areal yang tercover oleh alsintan. Menurutnya, alsintan ini berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani. Selain itu, tingkat produksi tanaman pangan Indonesia juga terus meningkat.

    “Bantuan alsintan mampu menekan biaya operasional 35 persen hingga 48 persen dalam produksi petani. Dulu, tanpa kemajuan mekanisasi ini, petani bisa membajak sawahnya satu hektare (ha) berhari-hari. Tapi sekarang ini cukup dua hingga tiga jam saja,” ujar Sarwo.

    Dia menjelaskan, penggunaan alsintan modern juga dapat menyusutkan kehilangan hasil panen (losses) sebesar 10 persen. Tidak hanya itu, penggunaan alsintan juga meningkatkan nilai tambah dan penanaman padi yang dulunya hanya satu kali setahun kini bisa tiga kali, karena proses pengolahan dan panen yang cepat.

    “Dengan demikian, produksi yang dicapai petani lebih tinggi. Pendapatan petani pun ikut naik,” ujarnya. 

    Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, bantuan alsintan tersebut merupakan dukungan untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di Kota Magelang. 

    "Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, meskipun Kota Magelang memiliki lahan pertanian yang sempit," kata Sigit, saat penyerahan secara simbolis di Ruang Sidang Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang.

    Sigit meminta Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang untuk dapat merumuskan dan mengoptimalkan lahan-lahan di wilayah setempat agar lebih inovatif untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Selain itu, Disperpa harus memberikan pendampingan agar petani bisa tetap bertahan di masa pandemi covid-19.

    "Lahan kita yang hanya berkisar 140 ha ini saya harapkan bisa optimal dan dirumuskan, agar lebih inovatif untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina menuturkan, bantuan ini merupakan komitmen dan wujud nyata kehadiran pemerintah untuk mendorong kemandirian serta kesejahteraan petani.

    "Di Kota Magelang yang menerima tiga poktan mewakili tiga Kecamatan. Semoga bisa bermanfaat dalam menunjang produktifitas pertanian, dengan teknologi tepat guna bisa menghemat penggunaan kompos termasuk memperbaiki kualitas produk pertanian. Mudah-mudahan ke depan bantuan bisa ditambah lagi," kata Vita.

    Ia berharap petani bisa merawat alsintan ini sebaik-baiknya. Pada 2021, komisi IV DPR telah menyetujui anggaran agar Kementan memberikan bimbingan teknis (bimtek) pemeliharaan para petani penerima bantuan.

    "Bimtek ini tujuannya agar para petani memiliki pengetahuan yang baik untuk menjaga, merawat, dan memberdayakan secara terus menerus, sehingga alsintan bermanfaat dengan maksimal," ucap Vita.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id