Sambangi Bappenas, Menlu-Perdagangan Hungaria Bahas Peningkatan Kerja Sama dengan RI

    Suci Sedya Utami - 16 Februari 2021 19:45 WIB
    Sambangi Bappenas, Menlu-Perdagangan Hungaria Bahas Peningkatan Kerja Sama dengan RI
    Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó menyambangi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto : Bappenas.


    Jakarta: Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó menyambangi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Pertemuan bilateral tersebut membahas kemajuan kerja sama Indonesia-Hungaria dan potensi sektor kerja sama di masa mendatang.

    Secara resmi, hubungan Indonesia-Hungaria dimulai sejak 26 Juni 1955 yang berlanjut pada kesepakatan untuk saling mendukung pencalonan Indonesia dan Hongaria di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.




    Sejak 2016, Hungaria telah berinvestasi di Indonesia dan pada 2020, investasi Hongaria mencapai USD1,5 miliar dengan mayoritas investasi pada perdagangan, hotel, dan restoran di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

    “Hongaria dan Indonesia telah berkomitmen pada sejumlah kerja sama yang difokuskan pada bidang teknologi dan infrastruktur. Ada banyak potensi kerja sama dari perdagangan dan investasi. Terutama dengan rencana pembentukan Indonesia-Hungaria Investment Fund untuk mendukung pembangunan infrastruktur,” kata Suharso dalam keterangan resmi, Selasa, 16 Februari 2021.

    Lebih jauh, Hungaria telah menyatakan minat untuk mendanai program 'Meningkatkan Pelayanan Iklim dan Kualitas Udara Nasional (BMKG) dan Sistem Intelijen Terintegrasi Kejaksaan Agung Indonesia, dan proyek rumah sakit di bawah Kementerian Pertahanan' yang tercantum dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) atau blue book 2020-2024.

    Pemerintah Hungaria menawarkan fasilitas pembiayaan dengan skema pinjaman lunak yang disediakan Hungarian Exim Bank dan asuransi kredit untuk eksportir Hongaria yang dibiayai Bank Umum Hungaria, selain pinjaman lunak goverment to goverment (G to G) yang telah disepakati.

    “Kementerian PPN/Bappenas akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan kementerian terkait untuk mempertimbangkan tawaran dari Pemerintah Hongaria tersebut,” tegas Suharso.

    Bappenas bersama Kementerian Keuangan serta Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria telah menyepakati tata cara penggunaan pinjaman G to G, yakni menggunakan mata uang EUR atau USD, suku bunga 0,05 persen (berbasis Commercial Interest Reference Rates), masa tenggang dua tahun, periode pembayaran kembali 17,5 tahun, dan status ikatan minimal 50 persen.

    Pada 2016, Indonesia menerima pinjaman sebesar USD36,4 juta dari Hungaria yang dialokasikan untuk membiayai proyek Ibu Kota Kecamatan Water Supply Program dan Small Water Treatment Plant untuk daerah kelangkaan air yang berakhir pada Agustus 2020.

    “Kami mendapat pelajaran yang cukup baik dari proyek kerja sama terakhir kami di water supply, yaitu pentingnya mengakomodasi konten lokal dalam proyek yang didukung pendanaan Hungaria terutama untuk proyek konstruksi. Persiapan bersama juga diperlukan untuk memastikan terlaksananya suatu proyek dengan baik,” pungkas Suharso.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id